Budidaya kelinci

Budidaya Kelinci yang Simple dan Menguntungkan Bagi Pemula[Lengkap]

Budidaya kelinci – Kalian semua tentunya sudah tidak asing lagi dengan hewan mamalia yang satu ini, kelinci merupakan hewan yang sangat familiar yang memiliki tubuh kecil dan lucu.

Tak heran kalau banyak orang menjadikan kelinci sebagai hewan peliharaan karena kelinci merupakan hewan yang jinak dan ramah, banyak anak-anak yang menjadikannya teman bermain saat dirumah atau di kebun.

Selain itu banyak peternak kelinci yang menjadikan hewan tersebut sebagai ladang bisnis yang menjanjikan, sehingga saat ini budidaya kelinci sudah mulai di lirik oleh banyak orang.

Ras Kelinci

Ras kelinci
From : Shopee

Pada umumnya, kelinci dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Seperti jenis kelinci berdasarkan habitatnya yang terdiri dari kelinci liar (lepus curpaeums) dan juga kelinci peliharaan (Orytollagus Cuniculus).

Lalu ada juga kelinci yang berdasarkan panjangnya bulu, dan jangan salah bukan manusia  saja yang dapat dibedakan dengan ras tentunya kelinci juga dapat dibedakan melalui rasanya lho.

Kelinci yang dibedakan berdasarkan ras antara lain adalah :

  • Himalayan
  • English Spot
  • Lyon
  • Angora
  • American Chinchillla, dan
  • Dutch
  • Kelinci Jawa (lepus Negricollis)
  • Kelinci Sumatra (Nesologus Netseherischgel)

Selain digemari karena kejinakannya, ternyata orang lain memiliki alasan budidaya kelinci karena kelinci memiliki banyak keunggulan tersendiri di bandingkan beternak hewan yang lainnya.

Baca juga : Ternak kambing etawa

Penasaran bagaimana cara budidaya kelinci? Simak dibawah ini!

Tidak hanya penikmatnya yang meningkat melainkan kelinci termasuk hewan mamalia yang memiliki reproduksi yang sangat cepat. Bahkan seekor kelinci betina setiap kali melahirkan bisa melahirkan 8-12 anak kelinci menakjubkan bukan.

Inilah sebabnya kenapa beternak kelinci termasuk salah satu pilihan yang tepat jika ingin beternak hewan, terlebih beternak kelinci dapat dimulai dengan modal yang relatif sedikit.

Lalu, bagaimana jika kalian masih pemula yang baru ingin mencoba budidaya kelinci? Apa teknik khusus yang kalian gunakan agar kalian berhasil dalam budidaya kelinci tersebut?

Jangan khawatir, berikut ini saya akan memberikan langkah-langkah dalam budidaya kelinci bagi pemula yang mudah dan simpel.

1. Kandang Kelinci

kandang kelinci
From : 99.co

Jika kalian memutuskan ingin memulai ternak kelinci dalam skala kecil ataupun langsung dalam skala besar, yang perlu anda lakukan adalah membuat kandang untuk kelinci.

Terlebih jika anda memiliki lahan atau tempat yang terbatas. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan disaat menyediakan kandang kelinci antara  lain adalah sebagai berikut :

a. Jarak Kandang

Jika kalian beternak kelinci di sekitar pekarangan rumah, jarak kandang dari rumah kalian adalah salah satu hal yang sangat penting untuk di perhatikan. Jangan sampai kandang kelinci diletakkan terlalu dekat dengan dapur dan ruang makan karena faktor kesehatan.

Seperti hewan pada umumnya, kelinci memiliki masalah tersendiri yang bisa menjadikan penyakit bagi manusia jika jarak antara keduanya terlalu dekat.

Selain itu, faktor cahaya matahari sangat berpengaruh terhadap perkembangan kelinci. Jangan sampai jarak yang terlalu dekat dengan rumah menjadikan kandang kelinci tidak mendapatkan cahaya matahari yang cukup karena terhalang oleh bangunan rumah.

2. Besar Kandang

Besarnya kandang juga menjadi pengaruh bagi perkembangbiakan kelinci. jangan sampai kandang yang telah kalian siapkan terlalu kecil sehingga menjadikan kelinci tidak leluasa saat bergerak.

Besarnya kandang kelinci tentunya harus disesuaikan dengan banyak dikitnya kelinci dan juga luas lahannya. Pada umumnya, satu kandang kelinci memiliki lebar tiga kali ukuran kelinci dengan bentuk memanjang ke belakang.

3. Jenis Kandang

Jenis kandang kelinci yang dapat digunakan ada 2 macam yaitu jenis kandang dengan sistem terbuka dan jenis kandang dengan sistem terbuka.

Pada umumnya, kandang kelinci tersebut terbuat dari kayu ataupun bambu. Namun, akhir-akhir ini banyak kandang kelinci yang terbuat dari aluminium dan kawat juga semakin mudah untuk di temui di pasaran.

Yang perlu diperhatikan ialah dari jenis kandang yang harus digunakan dengan seberapa banyaknya kelinci. Jika kalian memutuskan beternak kelinci dalam skala besar, maka kalian harus membuat kandang yang sendiri adalah pilihan yang bijak karena akan memangkas pengeluaran kalian.

Kecuali jika kalian ingin beternak dalam skala kecil, agar lebih praktisnya, kalian membeli secara langsung saja.

2. Memilih Bibit Kelinci

Jenis kelinci secara umum dapat dibedakan menjadi dua yaitu kelinci pedaging dan kelinci hias. Jika tujuan kalian adalah untuk memelihara kelinci hias hendaknya kalian memilih kelinci yang memiliki bulu tebal.

Dan sebaliknya jika tujuan kalian adalah untuk beternak dan diambil dagingnya maka kalian harus memilih kelinci yang memiliki bulu pendek.

Adapun kriterianya adalah sebagai berikut:

  • Aktif
  • Tidak nervous
  • Bermata bersih
  • Tidak sakit
  • Terawat
  • Tidak cacat
  • Bulu tidak kusam
  • Dan fertilitas tinggi

Jika kalian menginginkan beternak kelinci berdaging, ada beberapa kriteria  yang harus dimiliki kelinci agar mendapatkan hasil yang bagus dan maksimal.

3. Cara Membedakan Betina atau Jantan

perbedaan jenis kelamin kelinci
From : Dictio community

Membedakan antara kelinci betina dengan kelinci jantan bukanlah suatu hal yang sulit untuk dilakukan. Bahkan tidak menghabiskan waktu hingga semenit untuk membedakan jenis kelamin kelinci.

Terdapat beberapa cara yang bisa kalian jadikan acuan untuk dapat membedakan kelinci betina atau kelinci jantan. Beberapa cara untuk membedakan jenis kelamin kelinci antara lain sebagai berikut:

a. Kelinci Jantan

  1. Kelinci jantan lebih mirip balok atau kotak
  2. Ukuran badan kelinci jantan lebih kecil dibandingkan ukuran badan kelinci betina
  3. Berat badan kelinci jantan lebih ringan di bandingkan dengan kelinci betina
  4. Lebih ramah dan bersahabat
  5. Memiliki tonjokan penis diatas anus
  6. Pada musim panas, biasanya kelinci pejantan akan menunjukkan testikel pada saat tidur ataupun duduk
  7. Memiliki rasa ingin tahu yang besar

b. Kelinci Betina

  1. Kepala kelinci betina lebih mirip bola
  2. Ukuran badan lebih besar dibandingkan badan kelinci jantan
  3. Berat badan kelinci betina lebih besar daripada kelinci jantan
  4. Lebih temperamental dibandingkan kelinci jantan
  5. Memiliki gundukan bercelah diatas anus

4. Cara Mengawinkan

 

cara mengawinkan kelinci
From : sumbercenel

Ketika kalian sudah memutuskan untuk berbudidaya kelinci baik itu kelinci hias maupun kelinci pedaging. Dan ketika kalian sudah bisa membedakan jenis kelamin kelinci, maka tahap selanjutnya yang harus kalian lakukan adalah mengawinkan kelinci-kelinci tersebut.

Walaupun kelinci merupakan hewan mamalia yang berkembangbiaknya  lebih cepat dibandingkan dengan mamalia yang lainnya,tentunya juga harus memperhatikan beberapa hal antara lain sebagai berikut:

a. Usia

Usia merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan jika kalian ingin mengawinkan kelinci. Usia ideal kelinci kawin adalah 8 bulan. Jika kurang dari itu jika dipaksakan kelinci akan mengalami gangguan kesehatan.

Misalnya seperti jika kelinci jantan yang belum cukup umur namun sudah dipaksakan untuk kawin, maka kelinci tersebut secara bertahap akan mengalami gangguan pada pertumbuhan.

Tubuh kelinci akan menjadi kerdil, sama halnya dengan kelinci betina yang belum cukup umur namun sudah dikainkan. Resiko yang akan terjadi biasanya adalah gangguan bunting pada kelinci tersebut.

b. Tingkah Laku

Kelinci yang sudah siap kawin dapat dilihat dari tingkah lakunya, seperti menjadi lebih gelisah dari pada biasanya dan sering mendekati kelinci yang memiliki jenis kelamin berbeda.

Tidak hanya itu, kelinci yang sudah siap kawin akan lebih sering menggosok-gosokkan dagu dan bagian vulvanya akan berubah warna menjadi merah jambu.

Jika kelinci sudah memiliki tanda diatas tadi, maka kalian bisa langsung mengawinkan kedua kelinci tersebut. Adapun tahapan yang dapat kalian lakukan dalam mengawinkan kelinci antara lain sebagai berikut:

  1. Masukkan kelinci betina kedalam kandang kelinci jantan. Jangan sampai terbalik, ini sangat penting agar jantan memiliki rasa percaya diri yang lebih besar dibandingkan yang dimiliki kelinci betina karena mendominasi kandang.
  2. Biarkan beberapa saat.
  3. Jika kelinci jantan sudah menaiki kelinci betina, proses kawin,selama 5 menit, angkat kelinci jantan dari kelinci betina dari kandang.
  4. Biarkan kelinci betina beristirahat selama sekitar 15 menit sebelum dimasukkan kedalam kandang lagi.
  5. Jika kelinci betina sudah dimasukkan lagi didalam kandang kelinci pejantan, perhatikan tingkah laku kelinci betina. Jika kelinci betina menghindar itu tandanya kelinci betina sudah tidak mau di kawinkan lagi yang menandakan bahwa proses kawin sudah selesai.
  6. Pindahkan lagi kelinci betina pada kandangnya.

5. Kelinci Hamil

Setelah proses kawin kelinci selesai, tidak akan lama kelinci akan memasuki masa hamil. Walaupun begitu ada beberapa kelinci yang hamilnya tidak terlihat dari bentuk fisiknya.

Namun, dapat terlihat dari sifatnya yang berubah, adapun beberapa sifat yang dapat kalian jadikan acuan seekor kelinci betina hamil antara lain sebagai berikut:

  • Biasanya kelinci setelah satu minggu memasuki masa hamil akan mengalami peningkatan nafsu makan dan akan bertambah seiring waktu.
  • Kelinci betina akan semakin agresif
  • Perut akan semakin membesar. Jika tidak terlihat secara fisik maka kalian bisa meraba perut dari kelinci betina tersebut jika kelinci memiliki jendolan maka menandakan kalau kelinci itu hamil.
  • Pada  saat memasuki 2-3 hari sebelum melahirkan, kelinci betina biasanya akan membuat sarang  untuk anak-anaknya nanti dengan cara mengumpulkan benda-benda menjadi satu.

6. Kelahiran Anak Kelinci

Ketika sudah memasuki masa melahirkan anak kelinci yang sangat kalian harus waspada adalah kelinci juga termasuk hewan kanibal.

Maka dari itu, ada beberapa hal yang perlu kalian lakukan untuk mengatasi kelinci yang baru saja lahir, yaitu sebagai berikut:

  1. Siapkan tempat yang nyaman untuk anak kelinci yang baru lahir agar terhindar dari dingin, panas dan juga angin.
  2. Jangan membiarkan induk kelinci yang baru saja melahirkan kekurangan konsumsi, karena jika sampai induk kelinci kekurangan konsumsi, besar kemungkinan dia akan memakan anak-anaknya yang baru lahir.
  3. Jika induk melahirkan anak kelinci yang banyak, ada kemungkinan besar kalau  sebagian anak kelinci tidak kebagian susu. Untuk menyiasatinya, kalian bisa menitipkan anak kelinci kepada kelinci betina yang lain agar anak tersebut mendapatkan susu.

Adapun beberapa hal yang perlu kalian lakukan dalam merawat kelinci yang kalian pelihara atau ternak. Hal-hal tersebut sangat penting kalian lakukan karena perawatan merupakan hal yang paling utama untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam budidaya kelinci.

Tips Budidaya Kelinci

trik budidaya kelinci
From : Dictio.id

Ada beberapa hal yang perlu kalian perhatikan dalam cara budidaya kelinci secara alami antara lain sebagai berikut:

1. Makan

Pada umumnya kelinci dapat kita berikan makanan berupa sayuran atau pelet. Namun, pemberian makan tersebut tentunya harus sesuai dengan tujuan kalian karena ini menyangkut tentang banyaknya makanan yang harus diberikan.

Jika kalian beternak kelinci hias maka memberi makanan pelet, karena gizinya lebih seimbang dan terjamin walaupun harganya mahal dibandingkan dengan makanan sayur karena kualitas juga nomer satu.

Namun, walaupun begitu, harga jual kelinci hias yang tinggi tentunya akan menutup biaya pelet tersebut.

Berbedanya jika kalian budidaya kelinci pedaging dalam jumlah banyak, sayur merupakan makanan yang paling utama adalah lebih bijak karena harganya lebih murah dibandingkan pelet.

Dan bukan hanya sayur saja, buah-buah juga dapat dijadikan makanan sampingan bagi kelinci kalian. Adapun sayuran dan buah-buahan yang cocok buat kelinci antara lain adalah :

  • Daun paprika
  • Wortel dan daunnya
  • Selada air
  • Daun kubis
  • Daun libak
  • Seledri
  • Brokoli
  • Rumput
  • Daun pepaya
  • Ubi jalar
  • Nanas
  • Pepaya
  • Apel tanpa biji
  • Pear  dan
  • Pisang

2. Kebersihan Kandang

Selain makanan, kebersihan kandang adalah hal yang harus di jaga dan di perhatikan. Kebersihan sangatlah penting karena akan menyangkut daya tubuh kelinci agar tidak mudah terserang penyakit.

Kelinci yang terkena penyakit tentunya tidak produksi lagi dan resikonya akan menularkan penyakit kepada manusia yang mungkin bisa terjadi.

Jadi, pembersihan kandang dari kotoran kelinci adalah langkah yang tepat untuk mencegah munculnya penyakit yang menyerang kelinci.

3. Bising

Ternyata faktor lingkungan juga berpengaruh terhadap kelinci. Lingkungan yang bising akan menjadikan anak kelinci yang baru lahir menjadi kekuatan dan stress.

Tidak hanya anak kelinci melainkan kelinci dewasa juga sangat rentan menjadi stress karena faktor lingkungan.

Demikian tentang budidaya kelinci diatas semoga dapat bermanfaat dan bisa menambah wawasan kalian semua. Terimakasih.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: