cara ternak sapi

Penasaran Dengan Cara Ternak Sapi Praktis Tetapi Menguntungkan? Baca Disini!

Cara ternak sapi – Semakin hari pertumbuhan sapi penduduk semakin. hal tersebut dapat mempengaruhi kebutuhan konsumsi yang meningkat pula.

Sapi merupakan hewan ternak yang dapat dibilang sulit untuk dirawat apalagi dikembangkan sebagai usaha agribisnis.

Keahlian khusus tentang cara beternak sapi memang sangat diperlukan, sehingga tak jarang lulusan sarjana peternakan dapat menekuni bidangnya sebagai seorang peternak sapi.

Kebutuhan akan bahan pangan terutama daging juga akan lebih meningkat karena sapi merupakan salah satu hewan yang menjadi andalan untuk menyediakan kebutuhan pangan daging.

Ternak sapi merupakan salah satu usaha yang tidak ada hentinya karena kebutuhan daging akan merujuk pada peternakan-peternakan sapi tersebut.

Jika dilihat dari segi ekonominya  ternak sapi merupakan usaha yang menguntungkan karena dari seekor sapi terutama pada sapi potong akan akan banyak sekali hasilnya terutama dagingnya, selanjutnya seperti kulit, tulang, pupuk kandang dan sebagainya.

Cara beternak sapi potong masih banyak orang mengelolanya dengan cara tradisional dan dengan usaha skala kecil. Hal tersebut dikarenakan faktor kemampuan peternak dibidang permodalan dan juga keterbatasan pengetahuan pengetahuan tentang cara ternak sapi potong yang baik.

Dalam sebuah referensi ada 3 prinsip yang dilakukan agar metode cara beternak sapi dapat menghasilkan keuntungan optimal dengan prinsip 3K yaitu Kuantitas, Kualitas, dan Kesehatan.

Prinsip Cara Beternak Sapi

prinsip cara beternak sapi
From : pixabay

Pada umumya cara beternak sapi yang sudah familiar dilakukan oleh masyarakat adalah dengan cara penggemukan. Penggemukan sapi potong merupakan cara meningkatkan bera badan sapi yang awal mulanya kurus.

Dengan pemberian pakan dan pemeliharaan secara baik biasanya penggemukan ini dilakukan dalam waktu yang singkat yaitu 3-5 bulan.

Cara ternak sapi juga memiliki prinsip dasar utama antara lain sebagai berikut :

1. Jenis-Jenis Sapi Potong

Beberapa jenis sapi yang dapat digunakan untuk usaha penggemukan sapi potong di Indonesia :

a. Sapi Ongole

Sapi Ongole memiliki ciri-ciri berwarna putih dengan warna hitam di beberapa bagian tubuh, memiliki gelambir dan punuk serta saya adaptasi baik. Jenis sapi ini sudah disilangkah sengan sapi Madura.

Keturunan dari persilangan ini disebut peranakan Ongole (PO). Ciri-ciri sapi ini mirip dengan sapi Ongole tetapi kemampuan produksi sapi PO lebih rendah dibandingkan sapi Ongole.

 b. Sapi Bali

Sapi Bali memiliki ciri-ciri berwarna merah dengan putih pada kaki dari lutut ke bawah dan pada pantat, punggung bergaris warna hitam, keunggulan sapi bali adalah dapat beradaptasi dengan baik pada lingkungan yang baru.

c. Sapi Brahman

Sapi brahman memiliki ciri-ciri yaitu warna coklat sampai tua, warna pada bagian kepala. Daya pertumbuhan sapi brahman sangatlah cepat. Hal tersebut menjadikan sapi brahman merupakan primadona sapi potong di Indonesia.

d. Sapi Madura

Sapi madura memiliki ciri-ciri berwarna kuning hingga merah bata, terkadang juga ada warna kuning di moncongnya, ekor dan juga kaki bawah. Jenis sapi madura ini meiliki daya pertambahan berat badan yang kurang bagus atau rendah.

e. Sapi Limousin

Sapi limausin memiliki ciri-ciri berwarna hitam  ada variasi dengan merah bata dan putih. Terdapat warna putih pada moncong kepalanya, memiliki ukuran tubuh yang besar dan dapat memproduksi daging yang tinggi.

2. Pemilihan Bakalan

pemilihan bakalan yang bagus
From : pixabay

Pemilihan bakalan sapi merupakan faktor yang paling penting sebelum kita beternak sapi. Sebelum pengisian kandang adalah memilih bakalan sapi terlebih dahulu merupakan cara beternak sapi yang baik.

Pemilihan bakalan yang baik akan mempengaruhi hasil usaha penggemukan sapi ini. Memilih bakalan sapi tidak boleh sembarang memilih.

Ada beberapa ciri-ciri bakalan sapi yang perlu diperhatikan untuk hasil yang maksimal, ciri-ciri tersebut antara lain adalah :

  • Sapi berumur diatas 2,5 tahun.
  • Jenis kelamin jantan.
  • Memiliki tubuh yang kurus, tulang menonjol, tetapi tetap sehat (kurus karena kurang pakan, bukan karena sakit).
  • Memiliki bentuk tubuh yang panjang, bulat dan lebar, panjang minimal 170 cm tinggi pundak minimal 135 cm, lingkar dada 133 cm.
  • Pandangan mata bersinar cerah.
  • Bulu-bulu halus.
  • Kotoran normal.

Baca juga :

 

Tata Laksana Pemeliharaan Sapi

tata cara ternak sapi
From : Pixabay

Adapun tata laksana pemeliharaan sapi antara lain sebagai berikut :

1. Perkandangan

Setelah kita tahu tentang jenis-jenis sapi dan bakalan yang bagaimana yang harus dipelihara, maka langkah selanjutnya adalah memulai mengerjakan kandang untuk sapi-sapi tersebut.

Kandang sapi pada umumnya dibagi menjadi dua jenis yaitu kandang individu dan kandang kelompok. Kandang individu setiap satu ekor sapi menempati tempat dengan ukuran 2,5 x 1,5 m .

Tipe kandang individu dapat memacu pertumbuhan sapi lebih pesat karena sapi tidak akan ada persaingan dalam mendapatkan pakan, serta memiliki ruang gerak terbatas.

Ruang gerak yang terbatas dapat mengakibatkan energi yang diperoleh dari pakan digunakan untuk hidup pokok, disamping itu produksi daging tidak hilang dikarenakan banyak gerak.

Kalau kandang kelompok adalah kandang sapi bakalan satu priode penggemukan ditempatkan salam satu kandang. Seekor sapi dalam kandang akan memiliki kelemahan yaitu terjadinya persaingan dalam memperoleh makanan sehingga sapi yang lebih kuat akan mendapatkan pakan lebih banyak dan akan tumbuh lebih besar dari pada yang lemah karena tentunya akan lebih banyak mendapatkan pakan.

2. Pakan

Cara ternak yang baik juga harus memperhatikan masalah pakan karena pakan merupakan faktor utama dalam program penggemukan. Berdasarkan beberapa frekuensi keilmuan dari sisi  fisiologi dan pencernaannya, sapi dapat digolongkan menjadi hewan ruminansia.

Hewan rumansia merupakan hewan memiliki 3 proses dalam pencernaannya yaitu :

  • Mekanis dalam mulut dengan bantuan air ludah (saliva),
  • Fermentatif dalam rumen dengan bantuan mikrobia rumen dan
  • Enzimatis setelah melewati rumen.

Untuk keerhasilan beternak sapi khususnya pada penggemukan masalah pakan  harus benar-benar diperhatikan.

Adapun jenis  pakan sapi dibedakan menjadi dua yaitu pakan sapi hijauan dan kombinasi pakan hijauan dengan konsentrat. Pakan hijauan merupakan pakan yang paling mudah didapatkan dan harganya juga murah.

Tetapi, jika sapi hanya di kasih pakan hijauan akan membawakan hasil yang kurang optimal dalam proses penggemukan. Akan menghabiskan waktu yang lama apabila sapi hanya di kasih pakan hijauan.

Salah satu cara penggemukan ternak sapi adalah dengan memberikan pakan kombinasi antara ampas tahu, ampas tebu, ampas bir, kulit biji kedelai, bekatul, kulit nanas, dan konsentrat yang dibuat oleh pabrik pakan.

Bagaimana caranya?

Caranya mudah sekali konsentrat yang ada diberikan terlebih dahulu yang memiliki tujuan memberi pakan rumen, sehingga ketika pakan hijauan masuk rumen, mikrobia sudah aktif dan siap untuk mencerna hijauan.

3. Pengendalian Penyakit

pengendalian peyakit kelinci
From ; Solopos.com

Prinsip yang penting dalam cara beternak sapi potong yang baik adalah prinsip dalam kesehatan hewan. Hewan yang terhindar dari penyakit akan membawakan hasil dan keuntungan yang optimal.

Hal kesehatan dan pengendalian penyakit bertujuan untuk mencegah lebih baik dari pada mengobati karena itu merupakan hal yang paling utama.

Kenapa kok begitu?

Sapi yang sakit atau pun hewan apapun itu kalau sakit tentunya akan memerlukan obat-obatan dan biaya produksi tambahan yang lebih banyak lagi dan akan menyebabkan kerugian.

Hal-hal yang dapat diperhatikan dalam pencegahan penyakit pada sapi :

1. Pemanfaatan kandang karantina

Kandang karantina merupakan kandang yang digunakan untuk memisahkan sapi-sapi sebelum dijadikanya satu bersama dalam kandang kelompok maupun individu.

Kandang karantina memiliki tujuan untuk memantau ada tidaknya penyakit tertentu yang tidak diketahui pada saat pembelian. Selain itu kandang karantina juga berfungsi untuk menyesuaikan sapi terhadap lingkungan kandang yang baru, Ketika sapi ada di karantina hendaknya di beri obat cacing.

Menurut penelitian bagaimana besar sapi yang berada di Indonesia itu cacingan terutama sapi rakyat. Penyakit cacing memang tidak mematikan, tetapi akan menghambat proses pertumbuhan berat badan ketika di  gemukkan.

Waktu mengkarantina sapi yang sehat itu satu minggu, tetapi kalau sapi yang sakit dikarantina akan dikeluarkan ketika sapi itu sudah sehat. Kandang karantina selain digunakan untuk sapi baru juga digunakan untuk memisahkan sapi lama yang menderita sakit agar tidak menular kepada sapi yang lainnya.

2. Pemanfaatan Kandang Karantina

Kebersihan sapi bakalan dan kandangnya juga harus mendapatkan perhatikan dan dijaga secara serius. Beternak sapi yang di gemukkan memiliki resiko yaitu sapi akan mengeluarkan kotoran sangat banyak.

Karena memelihara secara intensif pakan banyak maka kotoran yang dihasilkan akan banyak juga. Kebersihan sapi dengan kandang harus sama-sama dilakukan supaya bisa terhindar dari penyakit.

3. Variasi Untuk Bakalan Baru

Pemberian vaksin kepada bakalan sapi baru dapat dilakukan pada saat dikarantina saja, Vaksinasi yang penting dan utama dalam cara beternak sapi potong adalah vaksinasi anthrax.

Jenis-jenis penyakit yang dapat menyerang sapi potong adalah cacingan, penyakit mulut dan kuku (PMK), kembung (Blot) dan lain-lain.

4. Produksi Daging

sapi pedaging
From : blogspot.com

Cara beternak sapi potong yang baik yang memiliki tujuan untuk meningkatkan produksi daging dan juga akan mendapatkan keuntungan yang optimal.

Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi produksi daging sapi antara lain adalah :

1. Pakan

Memberikan pakan yang baik dan berkualitas dalam jumlah yang optimal akan memiliki pengaruh terhadap kualitas daging.

2. Faktor Genetik

Memilih keturunan atau genetik yang baik akan tumbuh baik dan cepat sehingga produksi daging menjadi lebih baik.

3. Jenis Kelamin

Pada hewan ternak yang sama hewan ternak jantan mempunyai tubuh dan daging yang lebih besar karena sapi jantan lebih cepat pertumbuhannya dari pada sapi betina.

4. Manajemen

Pemeliharaan dengan manajemen yang baik akan menjadikan hewan ternak sapi tumbuh menjadi sehat dan cepat membentuk daging.

Demikian semoga cara ternak sapi diatas dapat menjadikan panduan atau arahan untuk menjadi ternak sapi yang sukses.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: