Curhatan Anak Pencari Ilmu

assalamualaikum teman-teman,

Aku akan menceritakan tentang pengalaman saya mencari ilmu. aku mencari ilmu di pondok pesantren, apa sih pondok pesantren itu?

Pesantren adalah sebuah asrama pendidikan tradisional, dimana para siswanya semua tinggal bersama dan belajar di bawah bimbingan guru yang lebih dikenal dengan sebutan Kyai dan mempunyai asrama untuk tempat menginap santri. 

Kalau zaman dahulu banyak pondok pesantren yang berbasis salafi tetapi zaman sekarang banyak pondok pesantren yang sudah berbasis modern, apasih perbedaannya?

 ciri khas pondok pesantren modern adalah sebagai berikut :

  1. Penekanan pada bahasa Arab percakapan
  2. Memakai buku-buku berbasis bahasa Arab kontemporer (bukan klasik/kitab kuning)
  3. Memiliki sekolah formal dibawah kurikulum Diknas dan/ atau Kemenag dari SD/MI MTS/SMP MA/SMA maupun sekolah tinggi.
  4. Tidak lagi memakai sistem pengajian tradisional melainkan memakai modern seperti banjari, darbuka, dan masih banyak lagi. Sedangkan yang salafi :

 Ciri khas kultural yang terdapat dalam pesantren salaf, antara lain:

  • Santri lebih hormat dan santun kepada kyai, guru dan seniornya.
  • Santri senior tidak melakukan tindak kekerasan pada yuniornya. Hukuman atau sanksi yang dilakukan biasanya bersifat non- fisikal seperti dihukum mengaji atau menyapu atau mengepel, dan lain sebagainya.
  •  Dalam keseharian memakai sarung.
  •  Berafiliasi kultural ke Nahdlatul Ulama (NU) dengan kekhasan fikih bermadzhab Syafi’i, akidah tauhid bermadzhab Asy’ariyah atau Maturidiyah, dan mengajarkan ilmu tasawuf seperti karya Al Ghazali dan lainnya. Amaliyah khas seperti shalat tarawih 20 rakaat plus 3 rakaat witir pada bulan Ramadan, membaca qunut pada shalat Subuh, membaca tahlil pada tiap malam Jum’at, peringatan Maulid Nabi atau melakukan pembacaan kitab-kitab maulid, peringatan Isra’ Mi’raj, dan semacamnya. 
  •  Sistem penerimaan santri tanpa seleksi. Setiap santri yang masuk langsung diterima. Sedangkan penempatan kelas sesuai dengan kemampuan dasar ilmu agama yang dimiliki sebelumnya.

Nah ,, aku ikut dalam katagori pesantren kalau di bilang modern tapi masih menggunakan kitab kuning kalau di katakan salaf ya bukan salaf , penasaran dengan perjuanganku mencari ilmu di pesantren ? baca di bawah ini …

Awal Mula Mencari ilmu Ke Pondok Pesantren

Hasil gambar untuk gambar santri berangkat mondok

 

Awal mula aku masuk pondok pesantren aku masuk pondok pesantren DARUL ULUM yg tempatnya di Jl. Kendal-Geneng , Tegalrejo, Kendal, kec. Kendal, kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Memang mencari ilmu itu harus di lakukan denga perjuangan, disana aku cuman bertahan selama 5 bulan karena saya merasa tidak betah karena pondoknya terlalu full kegiatan, fisikku tidak kuat aku menjadi anak yang sakit-sakitan, mungkin itu karena aku belom terbiasa hidup di pesantren, orang tuaku merasa kasian denganku akhirnya aku di boyong.

Ujian Mencari Ilmu

Hasil gambar untuk gambar ujian sakit

Waktu itu aku boyong tepat pada hari sabtu malam minggu, rencana aku mau di pindah di pondok pesantren ISMUL HAQ Mojokerto tepatnya di dusun Kowang desa Gebangsari kec, Jatirejo Mojokerto. 

Minggunya itu tepat pada malam 1 Mukharom (suro) yang rencananya aku akan di antar ke pondok tepat hari itu. tetapi badanku masih sakit akhirnya tertunda, 2 hari kemudian aku masuk rumah sakit karena terkena penyakit tipes (kasian banget ya aku). sampai-sampai aku berfikir kenapa sih aku menjadi orang yang sakit-sakitan? aku malu, aku selalu merepotkan orang tuaku, aku merasa kecil hati.

Lalu ibuku Berkata “Nak kamu harus semangat kamu pasti bisa, mungkin ini cobaan kamu mencari ilmu” dari situ aku mulai menata niat, aku harus bisa membahagiakan orang tuaku aku pasti bisa, YAKIN. 

Pada hari jum’at pagi ada perikasa dokter dan alhamdulillah aku di perbolehkan untuk pulang, aku merasa senang sekali ibuku pun langsung ngurusin biaya administrasiku dan susterpun mulai mencopot infusku. 

Sesampai dirumah aku merasa dilema lagi. Aku binggung karena selama aku modok di Pondok pesantren DARUL ULUM aku banyak sekali izin karena sakit aku takut banyak materi yang ketinggalan, aku bilang kepada orang tuaku “buk, gimana nanti kalau aku tidak keterima di sekolahannya?” Tanya ku kepada ibu, degan mudah ibuku menjawab “Tidak apa-apa nak kalau kamu bener-bener tidak ketrima ya mondok aja dulu nanti sekolahnya nunggu tahun depan” aku pun masih dilema.

Berangkat Menuju Pesantren untuk Berjuang Melawan kebodohan.

Pada tanggal 26 Oktober 2013 aku berangkat menuju pendok pesantren ISMUL HAQ waktu itu tepatnya pada hari rabu pagi. Aku ke Mojokerto cuman bersama ayahku karena ibukku tidak di bolehkan untuk ikut nanti kalau ibu ikut pasti beliau tidak tega meninggalkan aku.

Sesampai di Mojokerto aku istirahat sebenar di rumah nenekku yang sudah lumayan dekat dengan pondok pesantren ismul haq, tibalah waktu sore yang mana ayahku mengajak keponakannya untuk mengantarkan aku ke pesantren. 

Sesampai di pesantren aku ditemui dengan mbak-mbak (pengurusnya), aku diantar untuk melihat-lihat mulai dari kamar, dapur, mushola, dan kamar mandi. kemudian aku kembali lagi ke depan untuk menemuai ayahku untuk melengkapi persyaratan pondok pesantren yang diantaranya mengisi formulir pendaftaran, membayar administrasi.

Setelah itu ayahku pun pulang dan aku pun diantar mbak pengurusnya untuk ke kamar baruku untuk merapikan barang-barangku, kebetulan aku masuk di kamar al-kudus yang sekamar itu terdiri dari 6 orang.

Awal mula masuk sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTS)

Keesokan harinya semua teman-temanku mandi dan persiapan sekolah sedangkan aku habis mandi duduk diam di deket cendela karena aku sadar kalau aku belom di daftarkan untuk sekolah dan itu pun kalau aku ketrima.

Ketika teman-temanku pada berangkat sekolah salah satu ustadku memanggilku dan menyuruh aku untuk ganti baju dan ikut sekolah, ‘’kan aku belom daftar sekolah’’ Ujarku.

Lalu ustadku bilang ayok aku yang daftarin kamu, aku pun bergegas ganti baju dan merasa senang sekali.

Setelah aku mulai sekolah aku minder banget karena aku sudah ketinggalan banyak materi pelajaran, tapi aku punya prinsip aku harus bisa aku akan buktikan kepada orang tuaku kalau aku pasti bisa.

Baru masuk sekolah sudah ada pengumuman kalau seminggu lagi ada ujian semester 1 aku pun takut , sesampai di pesantren aku telvon ke orang tuaku dan aku bilang kalau akan ada semester sekolah seminggu lagi , aku pun menanggis dan minta doa kepada orang tuaku sampek aku bilang ke ibukku. “buk andai adek nilainya jelek ataupun tidak naik kelas tidak papa ya” ibuku pun menjawab ‘’iya nak gak papa yang penting kamu sudah berusaha dan berdoa kepada alloh”

Besok harinya di sekolah aku masih diam karena perbedaan bahasa juga berpengaruh buatku ,kalau diajak ngomong aja masih looding, aku punya temen kelas dan juga sekamar di pondok namanya mbak umi dia anak asli mojokerto kadang dia yang menggajari ku tentang bahasa daerah sana.

ujian semester yang membuat dilema

Seminggu kemudian di mulailah ujian semester aku selalu berdoa kepada alloh semoga alloh memudahkanku dalam mengerjakan soal-soal ujian semester dan tak lupa aku minta restu orang tuaku. Selain itu aku juga berusaha belajar semampuku, tapi kalau di segi materi aku kalah dengan teman-temanku yang lain, Aku masih ragu rasa khawatirku sangatlah manancap di hati, akupun pasrah dengan semua itu.

Penerimaan raport

Setelah ujian semester selesai saatnya penerimaan raport, hatiku berdebar ketakutan (deg deg deg), raport dibagikan satu persatu di situ aku merasa binggung karena di raportku nilainya kosong, akhirnya aku ke depan dan tanya kepada wali kelasku “buk, kenapa nilai raport saya kosong tidak ada rata-ratanya” ( tanyaku ) wali kelasku pun menjawab “ ohh iya Faizah ibu sengaja mengosongi rata-rata kamu karena nilai kamu terbaikaku pun seketika kaget dan merasa tidak percaya atas semua itu. 

Sesampai di pesantren aku langsung telvon ibuku aku bilang kepada ibu kalau aku mendapat nilai terbaik aku pun menangis terharu dan ibukku berkata selamat ya dek alhamdulillah semua itu kalau kita mau usaha dan berdo’a pasti alloh akan memberikan yang terbaik untuk kita. 

Semua yang terjadi seperti khayalan yang tidak mungkin terjadi tetapi aku yakin setiap akan melakukan kebaikan alloh akan mendukung kita dan dengan ridho orang tualah kita menjadi sukses . sampek dalam hadits di jelaskan bahwa “Keridhoan Allah itu di dalam keridhoan orang tua dan kemarahan Allah itu di dalam kemarahan kedua orang tua.” 

Hikmah yang dapat saya ambil adalah mencari ilmu itu harus di sertai dengan pengorbanan, usaha, do’a, dan jangan lupa ridho orang tua, karena ridho orang tualah yang bisa membantu kita menuju sukses. Amin

2 komentar untuk “Curhatan Anak Pencari Ilmu”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: