dasar ilmu tajwid

Hukum Ilmu Tajwid yang Baik dan Benar, Kalian Harus tau!

Dasar ilmu tajwid sangatlah penting untuk kita pelajari agar kita tahu apa itu hukum mempelajari tajwid dan mengamalkannya dan juga nilai-nilai dan aturan dalam membaca Al-qur’an.

Mari kita simak dibawah ini.

Al-Qur’an merupakan kalamullah (firman Allah) yang diturunkan kepada umat manusia sebagai pedoman, petunjuk dan rahmat bagi kehidupan mereka diatas bumi ini.

Nilai dan Aturan dalam Al-qur’an

Nilai-nilai dan aturan (perintah dan larangan) Allah yang ada didalamnya tentunya tidak mungkin bisa dipahami kecuali dengan membaca dan memahami makna ayat-ayat sucinya.

Sebab itu, Allah ta’ala mewajibkan kepada umat islam untuk mempelajari bacaan Al-Quran dan memahami maknanya, minimal untuk sekedar bisa membacanya dalam pelaksanaan shalat.

Kaidah Al-qur’an

Namun, ternyata bacaan Al-Quran memiliki aturan dan kaidah tersendiri yang sering disebut sebagai kaidah tajwid. Sebab itu sangat penting untuk mengetahui kaidah tajwid ini, agar kita bisa membaca dan memahami makna-maknanya dengan mudah.

Bahkan, Allah ta’ala telah menentukan bahwa sekedar membaca ayat-ayatnya saja, maka seorang muslim akan diberikan 10 pahala kebaikan dari setiap huruf yang ia baca, sebagaimana dalam hadis Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu :

«مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ »

Artinya:

“Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf”.1

Dalam Al-Quran Allah berfirman :

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَتۡلُونَ كِتَٰبَ ٱللَّهِ وَأَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنفَقُواْ مِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ سِرّٗا وَعَلَانِيَةٗ يَرۡجُونَ تِجَٰرَةٗ لَّن تَبُورَ ٢٩ لِيُوَفِّيَهُمۡ أُجُورَهُمۡ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضۡلِهِۦٓۚ إِنَّهُۥ غَفُورٞ شَكُورٞ ٣٠

Artinya:

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”.

“Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri

”. (QS. Fathir: 29-30).

Di dalam tafsir Ibnu Katsir rahimahullah berkata : Qatadah rahimahullah berkata : “Dahulu, Mutahrrif bin Abdullah jika membaca ayat ini beliau berkata: “Ini adalah ayat orang-orang yang suka membaca Al Quran”.

Dan masih banyak lagi keutamaannya.

Ilmu tajwid sendiri juga memiliki dasar-dasar ilmu, sebagaimana ilmu-ilmu islam lainnya seperti fiqh, tafsir, hadits dll.

Agar seorang muslim bisa lebih tertarik dan mengagungkan ilmu –ilmu ini sebelum mempelajarinya lebih jauh. Berikut adalah dasar-dasar ilmu tajwid yang mesti diketahui oleh pecinta Al-Quran sebagai berikut:

1.Definisi Tajwid

dasar ilmu tajwid
Fom ; belajar bahasa inggris dan arab

Secara bahasa tajwid adalah ihkaam wa itqaan yang berarti penguatan dan penyempurnaan bacaan. Dan menurut istilah para ulama ahli qiraat mendefinisikan tajwid terbagi menjadi dua yaitu ;

1.Tajwid ‘Ilmiy (Tajwid secara teori) : yaitu pengenalan terhadap kaidah-kaidah pembacaan Al Quran yang diletakkan oleh para ulama tajwid.

Seperti kaidah sifat-sifat makhaarijul huruf, penjelasan tentang hukum tajwid seperti huruf-huruf al mitslain, al mutaqaaribain, al mutajaanisain, hukum-hukum nun saakinah, mim saakinah, hukum mad dan pembagiannya, dll.

Tajwid jenis ini dapat diketahui dengan mempelajari buku-buku yang membahas tajwid.

2.Tajwid ‘Amaliy (Tajwid secara praktek) : yaitu mempelajari huruf-huruf Al Quran sesuai dengan teori atau kaidah tajwid dengan menyebutkan huruf-huruf dari makhrajnya secara tepat, memberikan hak-haknya seperti ikhfaa’, idghaam, idzhaar dll.

Tetapi tajwid jenis ini, tidak bisa diketahui kecuali dengan talaqqi atau membaca langsung dihadapan seorang guru yang ahli dalam ilmu tajwid ‘ilmiy ataupun ‘amaliy.

Seseorang belum bisa dikatakan sebagai orang yang menguasai tajwid kecuali jika ia telah menguasai dua jenis tajwid tersebut.

2.Tema Ilmu Tajwid

Tema ilmu tajwid adalah huruf-huruf Kitabullah Al Quran baik dari segi perbaikan penyebutan huruf-hurufnya, atau kesempurnaan dalam membaca dan melafadzkannya.

Ini menunjukkan bahwa ilmu tajwid adalah salah satu ilmu yang paling utama karena ia mempelajari cara membaca Kitab paling mulia yang merupakan kalam ilahi.

3. Visi / Pentingnya Ilmu Tajwid

Visi adanya ilmu tajwid sangatlah penting yaitu untuk menjaga huruf-huruf Al Quran dari penambahan atau pengurangan serta dari perubahan baik dari segi perubahan huruf-hurufnya, atau baris-barisnya, dan juga menjaga hak-hak setiap hurufnya.

4.Keutamaan Ilmu Tajwid

Ia merupakan ilmu yang paling utama karena langsung berkaitan erat dengan Al Quran ,kalam ilahi yang merupakan sebaik-baik perkataan yang diturunkan kepada sebaik-baik manusia, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam untuk diamalkan oleh umat terbaik, umat islam.

5.Penggagas Ilmu Tajwid

Para imam ahli qiraat. Diriwayatkan bahwa ulama yang pertama kali menggagaskan pembagian-pembagian tajwid adalah Imam Abu Umar, Hafsh bin Umar Al Duri, dan ulama yang pertama kali menulis buku tentang tajwid adalah Imam Musa bin Ubaidillah Al Muqri’.

6.Sumber Ilmu tajwid

Ilmu tajwid diambil dari Al-Quran dan Sunnah, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca Al-Quran, serta para sahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in demikian seterusnya. Sampailah kepada ulama-ulama yang ahli dalam Al-Quran sehingga sampai ilmu qiro’at tersebut dengan cara yang mutawatir.

7.Tujuan Mempelajari Ilmu Tajwid

Agar bacaan Al Quran kita menjadi benar dan dapat meraih pahala yang disediakan oleh Allah ta’ala bagi ahli al quran berupa kebahagiaan dunia dan akhirat.

8.Hukum Mempelajari Ilmu Tajwid

dasar ilmu tajwid
from ; tokopedia

Hukum mengetahui tajwid terbagi menjadi dua sesuai pembagian ilmu tajwid itu sendiri yaitu :

1.Tajwid ‘Ilmiy

Hukum mempelajari tajwid adalah sunat. Walaupun ia tidak memahami tentang teori-teori ilmu tajwid (tajwid ‘ilmiy), namun jika ia telah membaca Al Quran dengan baik dan benar, maka ia telah menjalankan kewajibannya dengan baik dalam membaca Al Quran. Adapun hukum mempelajari ilmu tajwid dalam Al-Qur’an adalah fardhu kifayah.

2.Tajwid ‘Amaliy

Hukum mengamalkan atau mempraktekkan nya adalah fardhu ‘ain bagi setiap muslim yang membaca Al Quran.

Dalilnya adalah perintah Allah dalam firmanNya :

وَرَتِّلِ ٱلۡقُرۡءَانَ تَرۡتِيلًا ٤

Artinya :  (Al-Muzammil : 4)

Yang di maksud dengan tartil disini adalah tajwiid alhuruf (membaca dengan ngeluarkan hak-hak setiap hurufnya). Dan perintah Allah dalam ayat diatas adalah perintah wajib yang ditujukan kepada setiap pembaca AlQuran. Para ulama telah menyepakati bahwa hukum tajwid ‘amaliy adalah fardhu ‘ain.

Oleh karena itu barangsiapa yang membaca Al Quran tanpa meluruskan huruf-hurufnya atau membacanya tanpa sesuai kaidah tajwid maka ia telah berdosa kecuali kalau dengan tujuan belajar atau lisannya sangat susah diluruskan.

Dalam firman alloh surat al-muzammil ayat 4 yang artinya: “Dan bacalah Al Quran itu dengan tartil (perlahan-lahan)” . Nah arti tartil di sini adalah tajwid alhuruf (membaca dengan memberikan hak-hak setiap hurufnya).

Dan wajib diketahui bahwa tajwid ‘amaliy (praktek) tidak bisa diketahui dan dipraktekkan secara baik kecuali lewat talaqqi atau musyaafahah (belajar membaca langsung) dihadapan ahli tajwid yang menguasai teori dan prakteknya.

Para ulama menyebutkan bahwa cara belajar membaca Al Quran dengan tajwid dihadapan seorang guru,ada 2 cara ;

Pertama : Dengan metode talaqi yaitu seorang murid mendengarkan langsung bacaan sang guru, yaitu guru tersebut membaca Al Quran dengan tajwid dihadapan muridnya yang mendengarkan bacaannya. Ini adalah cara yang dipraktekkan oleh ulama terdahulu.

Kedua : Seorang murid membaca langsung dihadapan sang guru yang mendengarkan bacaannya. cara inilah yang dipraktekkan ulama-ulama belakangan dan secara umum dipraktekkan dalam pengajaran Al-Quran zaman ini.

Tapi, yang paling utama adalah menggabungkan antara dua cara ini jika ada kesempatan yang lapang bagi guru dan murid, namun jika tidak maka hendaknya mereka mempraktekkan.

Cara yang kedua saja karena cara ini lebih banyak memberikan faedah dalam meluruskan dan memperbaiki bacaan sang murid.

9. Hukum Dan Cara Membaca Ta’awud

dasar ilmu tajwid
from : sufara quran

Menurut mayoritas ahli qiro’ah sebelum membaca Al-Qur’an disunahkan membaca ta’awwud, sedangkan menurut sebagian qurro’ hukumnya adalah wajib.

Sedagkan cara membacanya sebaagi berikut :

  • Ta’awwud dibaca lirih atau pelan bila olehnya membaca Al-Qur’an dengan lirih, olehnya dengan membaca dengan sendirian dan ditempat yang sunyi , dan dibaca pada waktu sholat baik sholat jahriyyah atau sholah sihriyyah.
  • Ta,awwud dibaca keras apabila mereka membaca Al-Qur’an dengan keras dan didengarkan oleh orang lain.
  • Ketika membaca Al-Qur’annya dengan bergantian (disaat satu mengakhiri bacaan lalu diteruskan lagi oleh yang lainnya) mak orang yang membaca Al-Qur’an pertama kali membaca ta’awwud dengan keras lalu orang seterusnya dengan lirih.
  • Bila ditengah-tengah membaca Al-Qur’an ada perkara yang datang baru (seperti bersin/wahing, batuk, mengucapkan perkataan yang ada hubungannya dengan qiroah seperti mentafsiri Al-Qur’an) serta masih dalam satu majlis maka tidak usah mengulangi bacaan ta’awwud.

Apabila perkara yang datang baru tersebut tidak ada hubungannya dengan qiro’ah maka mengulangi ta’awwud lagi sebelum membaca Al-Qur’an yang kedua.

Untuk lebih mempermudah bacaan Al-Quran, para ulama kemudian meletakkan ilmu tajwid ini dengan meletakkan teori dan praktek yang lebih mudah dipahami dan diterapkan.

Demikian dasar-dasar ilmu tajwid yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi kalian semua. Terimakasih.

 

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: