hukum ilimu tajwid

Ringakasan Hukum Tajwid Nun Mati, Mim Mati, Qolqolah, dan Mad yang Mudah untuk di Pelajari

Hukum tajwid- Hukum tajwid sangatlah penting karena hukum tajwid merupakan pondasi awal untuk belajar membaca al-qur’an.

Al-Qur’an merupakan kitab suci yang di turunkan sebagai pedoman hidup umat muslim. Sebagai umat muslim hendaklah kalian semua membaca al-quran dalam sehari-hari.

Namun, Al-Qur’an sendiri juga mempunyai aturan tentang cara membacanya, tidak hanya asal membaca yaitu dengan ilmu tajwid. Karena orang yang membaca dengan menggunakan ilmu tajwid insya alloh bacaannya akan menjadi benar dan barang siapa yang membaca Al-Qur’an dengan benar maka pahalanya akan dilipat gandakan menjadi 10 setiap hurufnya.

Bayangin saja, ketika kita membaca satu ayat Al-Qur’an yang terdiri dari 10 huruf kalau kita membacanya dengan benar kita akan mendapat pahala yang berlipat ganda menjadi 100 pahala.

Masya alloh bukan. Nah, maka dari itu mari kita untuk belajar tajwid bersama agar ketika kita membaca Al-Qur’an menjadi benar dan lebih baik lagi.

Baca juga: Cara menghafal al-qur’an 

Berikut hukum-hukum tajwid yang harus kita ketahui :

1. Hukum Tajwid yang Harus di Fahami

hukum tajwid
From: BERNAS.id

Ada beberapa hukum tajwid yang harus kita fahami yang berfungsi untuk memudahkan kita dalam proses belajar membaca al-qur’an dan juga mengartikan ayat suci al-qur’an menjadi benar.

1.Hukum Bacaan Nun Mati atau Tanwin

Hukum tajwid
pictures.com

Apabila ada nun mati/ tanwin bertemu salah satu huruf hijaiyah , maka hukum bacaannya di bagi menjadi 5 bacaan.

1. Idhar Halqi

Idhar halqi adalah ketika ada nun mati atau tanwin bertemu salah satu hurus halqi yaitu (ا , ح , خ , ع , غ ,ها) cara membacanya yaitu dengan jelas dan tidak mendengung dan tidak samar.

contoh:     َمَنْ يَقُوْلُ             بَرْقٌ يَجْعَلُوْن

2. Idghom Bighunnah

Idghom bighunnah yaitu ketika ada nun mati atau tanwin bertemu salah satu huruf hijaiyah berupa ي , ب , م , و maka cara membacanya adalah memasukkan pada huruf itu dengan cara mendengung.

contoh:  َمَنْ يَقُوْلُ             بَرْقٌ يَجْعَلُوْن

3. Idghom Bilaghunnah

Idghom bilaghunnah yaitu ketika ada nun mati atau tanwin yang bertemu dengan salah satu huruf hijaiyah berupa  ل  dan ر. Cara membacanya adalah memasukkan huruf itu tanpa mendengung.

Contoh: َوَلَكِنْ لاَ يَشْعُرُوْنَ               هُدًى لِلْمُتَّقِيْن

4. Iqlab

Iqlab yaitu ketika ada nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf (ب). Cara membacanya dengan membalik atau memberikan suatra nun mati di ganti menjadi mim mati. Selain itu kita harus merapatkan bibir kita dan mendengung.

contoh : سميعٌ بَصِيْر         menjadi           سَمِيْعُمْبَصِيْر

5. Ikhfa’

Ikhfa’ yaitu ketika ada nun mati/ tanwin bertemu dengan salah satu dari 15 huruf hijaiyah ت ,ث ,ج ,د ,ذ ,ز ,س ,ش ,ص ,ض ,ط ,ظ ,ف ,ق ,ك . Cara membaca bacaan ikfa’yaitu harus dengan samar-samar dan sengau pada hidung.

Contoh:  مِنْ ثَمَرَة      جَمِيْعًا ثُمّ

Mad Thabi’i terjadi apabila ada alif ( ا ) yang terletak sesudah fathah, atau ya’ sukun ( ي ) terletak sesudah kasrah(―ِ ) atau juga huruf wau ( و ) yang terletak sesudah dhammah ( ―ُ ) maka dihukumi bacaan tersebut akan dihukumi mad thabi’i. Dimana Mad berarti panjang dan thabi’i mempunyai arti biasa.

2. Hukum Tajwid Mim Mati

hukum tajwid
by: Blogger.com

Mim mati ketika ketemu dengan huruf hijaiyah itu mempunyai 3 hukum bacaan yaitu :

1. Idzhar syafawi

Idzhar syafawi yaitu ketika ada mim mati bertemu dengan huruf hijaiyah selain mim dan ba’. Membacanya dengan cara jelas di bibir dan mulut tertutup.

2. Idgham Mimi (idghom mutamatsilain)

idgham mimi atau idgham mutamatsilain yaitu ketika ada mim mati bertemu dengan mim. Membacanya seperti mentasjidkan huruf kedua dengan mendengung.

3. Ikhfa’ Syafawi

Ikhfa’ syafawi yaitu ketika ada huruf mimmati bertemu dengan huruf ba’(ب). Membacanya dengan cara samar-samar di bibir.

3. Hukum Tajwid Bacaan Qalqalah

hukum tajwid
From : namaakhir.com

Bacaan qalqalah dalam bahasa berarti getaran suara. Qalqalah sendiri berarti menyembunyikan huruf bertanda sukun mati dengan suara yang ditekan pada makhrajnya. Huruf qolqolah ada lima antara lain: qaf (ق), tha (ط), ba’ (ب), jim (ج), dan dal (د).

Berikut ini untuk macam-macam qalqalah:

1. Qalqalah Kubra

Qolqolah kubro yaitu apabila ada huruf qolqolah yang mati/sukun yang berada di akhir kalimat(waqof). Cara membacanya sendiri harus dengan jelas dan memantulkan suaranya.
contoh: بِالْقِسْطِۖ وَلَ

2. Qalqalah Sughra

Qolqolah sughro yaitu apabila ada huruf qolqolah yang mati(sukun) berada di tenggah kalimat. Untuk membacanya juga harus memantul dan jelas.
contoh: الْهَدْيَ

5. Hukum Bacaan Lam Ta’rif

hukum tajwid
From : Blogbelajar.com

Lam ta’rif merupakan dua huruf “ al yang ditambahkan dengan pangkal kata pada bahasa Arab. Untuk hukum ini memiliki dua jenis yaitu lam ta’rif yaitu qamariah serta syamsiah.

1. Lam Ta’rif Qomariah

Hukum ini terjadi karena adanya alif lam bertemu dengan salah satu huruf hijaiyah qomariyah yang berjumlah 14 huruf seperti berikut ini: ( ا ب غ ح ج ك و خ ف ع ق ي م ه ) biasanya lam ta’rif qomariyah di tandai dengan suku.
Contoh: اْلبَصِيْرُ

2. Lam Ta’rif Syamsiah

Yaitu membaca lam dengan cara mengidgomkan huruf lam pada guru yang di depannya apabila adanya alif lam berhadapan dengan huruf hijaiyah berikut ini: (ط ث ص ر ت ض ذ ن د س ظ ز ش ل) biasanya lam ta’rif syamsiyah di tandai dengan tasjid.
Contoh: التَّكَاثُرُ

Baca juga : Manfaat membaca al-qur’an

6. Hukum Tajwid Bacaan Mad

hukum tajwid
From : Pusatilmu.com

Hukum bacaan mad sangatlah penting karena ketika orang membaca al-qur’an salah panjang pendeknya saja sudah beda arti. Dan bacaan mad dibagi menjadi dua yaitu mad thobi’i dan mad far’i. Berikut penjelasannya :

1. Mad Thob’i / Mad asli

Mad Thabi’i terjadi ketika ada alif ( ا ) yang jatuh sesudah harokat fathah, dan ya’ sukun ( ي ) jatuh sesudah harokat kasrah ( ―ِ ) dan juga huruf wau ( و ) yang jatuh sesudah harokat dhammah ( ―ُ ) maka dihukumi bacaan tersebut akan dihukumi mad thabi’i. Yang mana Mad berarti panjang dan thabi’i mempunyai arti biasa.

Contoh : كتَا بٌ – يَقُوْلُ – سمِيْعٌ

2. Mad Far’i

Mad far’i adalah mad selain mad thobi’i karena mad far’i adalah mad thobi’i yang mempunyai sebab lain. seperti mad thobi’i ketika ketemu dengan tasjid itu tergolong dalam mad far’i. Mad far’i sendiri juga di bagi menjadi 14 bagian diantaranya yaitu:

1. Mad wajib Muttasil

Yaitu ketika ada mad tob’i bertemu dengan huruf hamzah dalam satu kalimat. panjang bacaanya 2 setengah alif/ 5 harokat.

Contoh: سَوَآءٌ – جَآءَ – جِيْءَ

2. Mad Ja’iz Munfasil

Yaitu ketika ada mad thob’i bertemu dengan huruf hamzah di lain kalimat. panjang bacaannya 1 alif/2 harokat.

Contoh : وَﻻَأنْتُمْ بِمَا أُنْزِلَ

3. Mad lin

Yaitu apabila fathah bertemu huruf ya dan wau yang berharokat sukun dalam satu kalimat dengan satu huruf sesudahnya. Untuk membacanya sendiri cukup di panjangkan 2,4 atau 6 huruf.

Contoh : رَيْبٌ خَوْفٌ

4. Mad Badal

Ketika ada hamzah dobel diawal kalimat atau ketika ada huruf hamzah bertemu dengan huruf mad. panjang bacaannya setidaknya 2 harakat dan dilakukan dengan jelas.
Contoh : آدَمَ إيْماَنٌ

5. Mad tamkin

Ketika ada ya’ yang bertasjid di dahului harokat kasroh. Untuk membacanya juga harus di panjangkan sampai dengan 2 harakat. Pastikan harus dengan benar dan sesuai pada bacaanya.
Contoh : النَبِيّيْنَ حُييِّيْتُمْ

6. Mad iwadh

Mad ini terjadi saat adanya berhenti ( waqaf) pada huru yang memiliki baris fatha tain. Kecuali pada huruf ta marbuthah maka tidak diperlukan. Cara membacanya yaitu denga tanwin yang dihilangkan dan dibaca seperti fathab biasa dengan panjang harakat mencapai 2 rakaat.
Contoh : سَميْعًا بَصيْرًا عَلِِيْمًا حَكِيمًا

7. Mad Arid Lissukun

Yaitu apabila ada mad thobi’i bertemu dengan sukun baru di akhir kalimat(waqof). Untuk cara membacanya sendiri harus dibaca 2,4 sampai 6 harakat serta harus jelas.
Contoh: بَصِيْرٌ خَالِدُوْنَ والنَّاسِ سَمِيْعٌ

8. Mad Farq

Ketika terjadi pertemuan dari mad badal dengan huruf yang bertasydid. Dinamakan mad farq karena membedakan untuk bertanya” apakah”. cara membacanya maka harus di baca panjang yaitu 3 alif/ 6 harokat.
Contoh: قُلْ ءٰاﷲُ اذِنَ لَكُمْ ءٰٰاﷲُخَيْرٌاَمّايُشْرِكُون قُلْ ءٰٰالذَّكَرََيْنِ 

9. Mad Silah qasirah

Mad silah qosiro(pendek) yaitu apabila ada haa dhomir sebelum dan sesudahnya huruf hidup. Panjang bacaannya yaitu seperti mad thobi’i 1 alif/ 2 harokat.
Contoh: اِنَّهُ كَانَ ﻻَشَرِيْك لَهُ

10. Mad Silah tawilah

Mad silah thowilah(panjang) yaitu ketika ada bacaan mad silah qosiro bertemu dengan hamzah. Panjang bacannya yaitu 5 harokat/ dua setengah alif.
Contoh: عِنْدَهُ اِﻻَّبِاذْنِه لَهُ اَخْلَدَهُ

11. Mad lazin Muthaqqal kalimi

Mad lazim Mutsaqol kilmi yaitu ketika ada huruf mad bertemu dengan tasjid dalam satu kalimat. Membacanya dengan di panjangkan 3 alif/6 harokat. Karena ini bacaan yang bertemu dengan tasjid maka hukum bacaan ini di beratkan sebab di idghomkan atau dimasukkan ke huruf berikutnya.
Contoh : وَلاَ الضَّالِّيْنَ، كَافَّة ، اَلْحـَــاقَّة

12. Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi

Mad lazim mukhofaf kilmi yaitu ketika ada huruf mad bertemu dengan sukun dan tidak di idghomkan. Cara membacanya harus dipanjangkan 3 alif/6 harokat. hukum bacaan ini di ringankan karena tidak diidghomkan.
Dalam Al-Quran yang merupakan contoh hukum bacaan ini hanya ada satu kata yaitu آلآن . Dalam Al Qur’an bacaan ini tidak banyak, hanya ada pada beberapa tempat diantaranya tempat, Surat Yunus ayat 51 dan 91,

13. Mad lazim Harfi musyaqol/ musyba’ (berat)

Mad lazim Harfi musyaqol yaitu ketika ada huruf mad lazim harfi di awal surat. Huruf mad lazim harfi musyaqol ada 8 yang terkumpul dalam kalimat نَقَصَ عَسَلُ , ن – ق – ص – ع – س – ل – ك – م.

panjang bacaannya yiatu 3 alif/ 6 harokat.

Contoh ; وَالقلَم, آلم ,ن, يس

14. Mad Lazim Harfi Mukhofaf (ringan)

Mad lazim harfi mukhofaf yaitu ketika ada huruf mad lazim harfi berada di awal surat. Huruf mad lazaim harfi mukhofaf yaitu ح – ر – ط – ه –   ) حَيٌّ طَهُرَ). 

Panjang bacaannya yaitu 1 alif/2 harokat.

Contoh : حم الم

Sekian dari penjelasan hukum tajwid diatas insya alloh jika kalian mau mempraktekkan akan ada hasilnya. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi kalian semua. Jangan lupa share dan komen dibawah ini. Terimakasih.

2 komentar untuk “Ringakasan Hukum Tajwid Nun Mati, Mim Mati, Qolqolah, dan Mad yang Mudah untuk di Pelajari”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: