klasifikasi sapi

Klasifikasi Sapi, Macam, Beserta Manfaat Daging Sapi

Klasifikasi sapi – Sapi merupakan hewan ternak yang berasal dari suku Bovidae dan anak suku dari Bivinae. Sebenarnya ada juga beberapa sapi yang liar tetapi sapi secara umum diartikan dengan hewan ternak.

Suku Bovidae merupakan keluarga hewan yang memiliki kuku belah dan juga termasuk hewan pemamah. Ada sekitar 143 spesies hewan Bovidae yang masih hidup dan biasanya disebut dengan Bovid.

Sapi merupakan hewan herbivora ini juga termasuk subfamili Bovidae yaitu Bovinae. Subfamili ini termasuk sapi domesti, bison dan kerbau yang mencakup berbagai kelompok terbesar di 10 genus hewan berkuku medium hingga besar.

Dibeberapa tempat, jenis hewan Bovinae yang digunakan sebagai sumber makanan seperti sumber daging dan susu.

Pada beberapa tempat sapi juga dapat dimanfaatkan sebagai tenaga untuk membantu pekerjaan manusia seperti untuk membajak sawah, peremas tebu, dan transportasi angkutan barang.

Karena sapi sangat bermanfaat untuk manusia maka pada zaman dahulu sapi juga termasuk dalam kebudayaan. Didalam beberapa negara seperti india, menganggap bahwa sapi merupakan hewan suci.

Baca juga : Ternak kambing etawa

Klasifikasi Sapi

klasifikasi sapi
From : Pixabay

Sapi juga memiliki klasifikasi sapi tersendiri, adapun klasifikasi sapi tersebut antara lain adalah sebagai berikut :

  1. B. inggris : Cow / cattle
  2. Kingdom : Animalia
  3. Filum : Chordata
  4. Kelas : Mamalia
  5. Ordo : Artiodactyla
  6. Keluarga : Bovidae
  7. Sub Famili : Bovinae
  8. Genus : Bos

Ciri Fisik Hewan Sapi

ciri fisik sapi
From : Pixabay

Setiap jenis sapi tentunya memiliki ciri fisik yang berbeda-beda. Meskipun struktur tubuh semua jenis sama, namun tentunya ada ciri fisik yang membedakan antara jenis-jenis sapi yang lainnya, seperti warna kulitnya, bentuk telinganya, punuk dan berat rata-ratanya.

1. Sapi Hereford

Sapi hereford merupakan jenis sapi yang berasal dari daerah hereford yang tempatnya berada di lembah antara Severn River dan  Wales, Inggris. Penduduk setempat biasanyan mengenal sapi hereford sebagai White face cattle.

Sapi ini memiliki dua bangsa yaitu sapi hereford bertanduk yang merupakan species asli dari hereford dan hereford tidak memiliki tanduk (polled hereford).

Sapi jenis ereford memiliki kemampuan adaptasi yang cukup bagus, sehingga sapi hereford mudah tersebar pada lebih 50 negara. Negara pertama keli mengeskspor sapi hereford yakni pada tahun 1817 ke negara Amerika Serikat, Kanda, Meksiko, Australia dan Uni Soviet (Rusia).

Sapi Hereford memiliki ciri fisik yang besar dengan warna kulit merah pada bagian dada, perut bagian dan kaki pada bagian bawah. Bukan hanya itu, sapi hereford memiliki kepala berwarna putih dan ekornya pun putih.

Tubuh sapi hereford dapat dikatakan tegap, lebar, rata dan berbobot daging padat. Selain  bobot sapi hereford jantan dewasa bisa mencapai 1,2 ton dan sapi betina dewasa mencapai 800kg.

2. Sapi Aberdeen Agus

Sapi yang berjenis Aberdeen Agus belum populer di Indonesia. Mungkin warna kulit dan bentuk tubuhnya yang aneh membuat peternakan sapi lokal enggan untuk memelihara sapi berjenis ini.

Sapi penggemukan yang menjadi pimadona di Indonesia adalah jenis sapi metal. Sapi yang berasal dari daerah dataran tinggi Abardeen Shire Skotlandia ini memiliki ciri-ciri tersendiri yaitu tidak memiliki punuk maupun tanduk.

Sapi Aberdeen Angus memiliki tubuh yang panjang dan kokoh, tetapi memiliki tinggi yang tergolong pendek jika di bandingkan sapi jenis lain.

Untuk sapi Aberdeen Agus, bobot sapi jantan bisa mancapai 800kg – 1.000kg, sedangkan pada sapi betina dewasa memiliki bobot hanya 550kg-570kg. Karena tidak memiliki punuk, tubuhnya terlihat sangat datar pada bagian atas.

3. Simmental/Metal

Sapi Simental atau lebih dikenal dengan sapi metal merupakan sapi yang berasal dari Lembah Simme, Switzerland. Tetapi, perkembangan sapi metal sangatlah cepat di Amerika, Australia, New Zeeland, dan sejumlah negara di Asia seperti Indonesia.

Sapi meta tergolong sebagai sapi bertipe pedaging. Secara ginetik sapi mental merupakan sapi yang hidup di iklim seperti Eropa. Tetapi sapi jenis ini dapat berkembang biak dengan baik di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia.

Untuk mendapatkan sapi Simmental murni di Indonesia sendiri sangatlah sulit, Karena sudah kebanyakan sapi mental di Indonesia merupakan hasil dari persilangan.

Sapi Simmental memiliki kulit berwarna coklat kemerah-merahan dan pada bagian tertentu memiliki warna kuning kecoklatan. Sapi ini memiliki bentuk yang tinggi, panjang, dan berotot.

Hampir mirip dengan sapi hereford, sapi simmental memiliki kepala dengan warna putih. Beda dengan sapi Agus, Sapi Simmental memiliki unuk pada bagian atas lehernya.

Sapi simmental jantan dewasa mampu memiliki bobot mencapai 1,4 ton. Sedangkan sapi simmental betina dewasa juga mampu memiliki bobot hingga 800 kg. Biasanya pertambahan berat badan sapi simmental rata-rata adalah 1,5 kg -2,1 kg / harinya.

4. Sapi Holstein

Sapi holstein merupakan merupakan jenis sapi perah yang dapat memproduksi susu tertinggi dari pada sapi perah yang lainnya. Sapi jenis ini biasanya memiliki ciri warna kulit hitam dan putih. Di Indonesia sendiri satu sapi perah dapat menghasilkan kurang lebih 20 liter/harinya.

Sapi dapat berkembang biak dengan baik rata-rata bobot 750 kg. Sapi ini memiliki dominan tanduk pendek yang menjurus ke depan. Memiliki warna kulit yang cenderung hitam pada bagian atas dan pada dada atau perut berwarna putih.

Manfaat Sapi Bagi Kesehatan

daging sapi
From : Pixabay

Sapi merupakan hewan sumber penghasil daging yang kita butuhkan. Selain dari rasanya yang enak, sapi juga memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan manusia.

Adapun manfaat daing sapi bagi kesehatan tubuh manusia antara lain adalah sebagai berikut:

Manfaat kulit sapi bagi kesehatan

Kulit sapi yang sudah diolah menjadi kerupuk mengandung zat yang bermanfaat bagi tubuh manusia, diantaranya adalah:

  1. Protein : berdasarkan penelitian kandung protein yang terdapat pada kerupuk kulit adalah 82,91%, karena produk hewan tanpa campuran.
  2. Lemak : Kandungan lemak yang terdapat di kerupuk kulit sapi yang mentah pada umumnya rendah yaitu 3,84 % per 100 g. Setelah krupuk di goreng lemak akan meningkat menjadi 20-30 kali lipat tergantung pada lemak yang digunakan dan bagaimana cara menggorengnya di tiriskan atau tidak.
  3. Mineral : Kadar mineral yang terkadang dalam krupuk kulit hanya sebesar 0,04%. Mineral pada umumnya terdiri dari kalsium, fosfer, besi, dan mineral lainnya yang berasal dari bahan dasar krupuk.
  4. Natrium glutamat atau MSG atau NaG bebas, yang terkandung dalam kulit sebesar 0,8 g -5,3 g per 100 g kerupuk kulit dengan rata-rata 3,05g per 100 g. Kelompok glutamat sebagai garam kalsium, kalium dan natrium yang merupakan kelompok bahan tambahan makan (BTM) yang memiliki fungsi sebagai penguat rasa atau meningkatkan rasa enak.

Manfaat Daging Sapi bagi Kesehatan

manfaat daging sapi
From : pixabay

Adapun manfaat daging sapi bagi kesehatan manusia adalah sebagai berikut:

1. Mengandung aneka gizi untuk pertumbuhan tubuh dan otak/ kecerdasan anak, kalau bisa sajikan masakan daging setiap 3-4 kali dalam satu minggu.

2. Dapat membantu untuk mencegah Anemia Gizi dengan zat besi. Karena kekurangan zat besi merupakan masalah gizi yang umum terjadi didunia. Jika penyakit tersebut menyerang anak kecil, ibu hamil, dan wanita subur akan mengakibatkan masalah yang serius.

Tetapi, anemia gizi bisa juga dapat diderita oleh pria dan wanita yang sudah tua. Anemia dapat menyebabkan tubuh lesu, konsentrasi terganggu, terhambatnya pertumbuhan (kerdil).

Penurunan daya tahan tubuh terhadap terhadap infeksi, kegagalan perkembangan mental dan monotorik dalam jangka panjang, kecerdasan tidak dapat berkembang secara maksimal, masalah kehamilan hingga dapat menyebabkan kematian ibu saat melahirkan.

3. Daging sapi merupakan salah satu daging yang sering digunakan dalam kehidupan manusia yang berguna untuk memenuhi kebutuhan makanan.

Hal tersebut dikarenakan daging sapi mengandung banyak sekali gizi yang bermanfaat bagi manusia antara lain adalah :

Kandungan Vitamin dan Protein dalam Sapi

Zat Besi

  • Daging merah (sapi) adalah sumber terkaya zat besi.
  • Zat besi pada daging lebih mudah diserap tubuh ketimbang zat besi pada sayuran atau makanan olahan, seperti sereal.
  • Zat besi penting untuk pengangkutan oksigen, produksi energi, dan perkembangan otak.

Seng dan Selenium

  • Daging merah juga menjadi sumber seng yang baik.
  • Kebutuhan seng 50 persen lebih tinggi bagi individu yang tidak makan daging sama sekali.
  • Seng dan selenium penting digunakan untuk sistem imunitas, pertumbuhan, serta penyembuhan luka.

Vitamin Grup B

  • Didalam daging merah terdapat kandungan vitamin grup B, termasuk riboflavin, niacin, pantothenic acid, vitamin B6, dan vitamin B12.
  • Vitamin B12 tidak ditemukan dalam makanan dari tumbuh-tumbuhan.
    Kekurangan vitamin B12 merugikan fungsi neurologi, termasuk daya ingat dan konsentrasi.

Vitamin D

  • Daging merah juga mengandung vitamin D menurut studi inggris.
  • Vitamin D penting bagi kesehatan tulang.

Asam Lemak Omega 3

  • Daging merah adalah sumber alami omega 3.
  • Omega 3 penting untuk sistem saraf dan kesehatan jantung.
  • Daging merah relatif rendah lemak jenuh dan lemak trans.

Protein

  • Daging merah mengandung protein yang tinggi.
  • Daging merah mentah 100 gram sudah mengandung sekitar 20-25 gram protein.
  • Fungsi protein adalah membangun kembali sel-sel yang rusak dalam tubuh.
    Protein juga membentuk zat-zat pengatur, seperti enzim dan hormon.

 

Demikian penjelasan singkat mengenai klasifikasi sapi dan masih banyak lagi semoga bermanfaat dapat menambah wawasan untuk kalian semua. Terimakasih.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: