manajemen konflik

Manajemen Konflik :Pengertian, Manfaat, Tipe, dan Tujuan Manajemen Konflik

Pengertian  Manajemen Konflik

Apa itu manajemen konflik? Pengertian Manajemen Konflik adalah suatu proses aksi dan reaksi yang diambil oleh para pelaku konflik atau pihak ketiga secara rasional dan seimbang, dalam rangka pengendalian situasi dan kondisi perselisihan yang terjadi antara beberapa pihak.

Manajemen konflik adalah suatu pendekatan yang berorientasi untuk proses mengarahkan dalam suatu bentuk komunikasi dari para pelaku konflik dan pihak ketiga, dan bagaimana mereka mempengaruhi kepentingan dan interpretasi.

Konflik sering terjadi, baik dalam pelaksanaan operasional bisnis maupun dalam kehidupan manusia sehari-hari. Berbagai inovasi dan perubahan di masyarakat seringkali menimbulkan adanya konflik, terutama jika perubahan tidak disertai dengan pemahaman tentang ide-ide yang sedang berkembang.

Manajemen Konflik Menurut Para Ahli

manajemen konflik menurut para ahli
from :Konsultan Psikologi jakarta

Supaya kita bisa lebih faham lebih jauh tentang pengertian manajemen konflik, maka kita bisa merujuk kepada pendapat para ahli tentang definisi manajemen konflik. Dibawah ini adalah pengertian manajemen konflik menurut para ahli:

1. Howard Ross

Menurut Howard Ross mengemukakan pendapat bahwa pengertian manajemen konflik adalah suatu langkah yang diambil dari pelaku atau pihak ketiga dalam rangka mengarahkan suatu perselisihan ke arah hasil tertentu yang bisa mungkin atau tidak menghasilkan akhir berupa penyelesaian konflik dan juga bisa menghasilkan ketenangan ataupun sebaliknya, hal positif, kreatif, bermufakat atau agresif.

2. Minery

Minery mengemukakan bahwa pengertian manajemen konflik merupakan suatu proses rasional yang sifatnya iteratif, dimana proses tersebut terjadi secara terus-menerus mengalami penyempurnaan hingga tercapai model yang representatif dan ideal.

Tujuan Manajemen Konflik

Setelah mengetahui pengertian manajemen konflik, seharusnya kita juga harus mengetahui apa tujuan manajemen konflik. Berikut ini adalah beberapa tujuan manajemen konflik pada sebuah organisasi:

  • Untuk mencegah terjadinya gangguan terhadap anggota organisasi, sehingga dapat fokus kepada visi dan misi organisasi.
  • Untuk meningkatkan kekreatifitasan anggota organisasi dengan mengambil manfaat dari suatu konflik yang sedang terjadi.
  • Untuk membangun rasa saling menghormati antar sesama anggota organisasi dan menghargai keberagaman.

Manfaat Manajemen Konflik di Perusahaan

manfaat manajeman konflik
from: batopar.com

Setelah kita memahami pada pengertian manajemen konflik diatas kita juga harus mengerti apa manfaat dari manajemen konflik, semua organisasi yang berorientasi pada keuntungan dengan jangka panjang pasti menerapkan dan mengembangkan manajemen konflik.

Dibawah ini adalah beberapa manfaat manajemen konflik pada organisasi/ perusahaan sebagai berikut :

1. Evaluasi Sistem

Organisasi tidak dapat melakukan evaluasi terhadap efektivitas sistem jika tidak terjadi konflik di dalamnya. Dengan adanya konflik maka organisasi akan dapat melakukan identifikasi apakah sistem yang diterapkan berjalan dengan baik atau perlu perbaikan.

2. Mengembangkan Kompetensi

Penanganan manajemen konflik yang baik akan meningkatkan dan mengembangkan kompetensi sebuah organisasi, khususnya dalam hal kompetensi non-teknis.

Dengan menggunakan strategi manajemen konflik yang tepat maka kemampuan organisasi dalam menangani konflik internal akan semakin kuat.

3. Strategi Manajemen Konflik

strategi manajenen konflik
from ; hestanto persona website

Stevenin berpendapat bahwa ada lima langkah mendasar untuk memahami manajemen konflik dengan baik. Dengan memahami kelima langkah dasar tersebut maka organisasi akan lebih mudah dalam menentukan strategi terbaik dalam penanganan suatu konflik.

Adapun lima langkah manajemen konflik yang paling mendasar adalah sebagai berikut :

1. Pengenalan

Ini merupakan langkah awal dalam manajemen konflik, yaitu dengan mengenali permasalahan yang terjadi, siapa yang terlibat konflik, dan bagaimana keadaan di sekitar selama terjadinya konflik. Langkah pengenalan merupakan informasi awal yang penting dalam manajemen konflik.

2. Diagnosis

Setelah mendapat informasi pada langkah pertama tadi, selanjutnya adalah melakukan analisis untuk mengetahui penyebab konflik. Untuk melakukan hal ini diperlukan metode yang benar dan telah teruji, serta fokus terhadap masalah utama dalam konflik yang terjadi.

3. Menyepakati Solusi

Setelah melalui proses diagnosis, selanjutnya organisasi bisa menemukan dan menentukan solusi apa yang paling tepat untuk menyelesaikan konflik yang terjadi.

Solusi yang ditentukan harus dibicarakan dengan bermusyawarah dengan pihak yang berkonflik dengan bantuan pihak penengah. Selanjutnya, maka semua pihak melakukan pelaksanaan kesepakatan.

4. Pelaksanaan

Setelah menyepakati solusi, selanjutnya adalah proses pelaksanaan kesepakatan yang telah dibuat. Semua pihak yang terlibat dalam konflik harus menerima dan melaksanakan kesepakatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Harus diperhatikan juga bahwa kesepakatan tersebut tidak berpotensi menimbulkan konflik yang lain.

5. Evaluasi

Evaluasi merupakan hal yang penting dilakukan untuk menilai apakah pelaksanaan kesepakatan tersebut berjalan dengan baik. Dengan melakukan evaluasi maka suatu organisasi akan lebih mudah untuk melakukan pendekatan alternatif untuk konflik lain yang mungkin terjadi.

Tipe Manajemen Konflik

tipe manajemen konflik
from :docplayer.info

Didalam memanajemen suatu konflik ada suatu tips yang harus digunakan, organisasi melakukan pengelolaan informasi dari konflik dan menentukan solusi yang paling tepat. Menurut Dawn M. Baskerville, ada enam tipe manajemen konflik, yaitu:

1. Avoiding

Individu atau organisasi pada umumnya cenderung menghindari konflik. Ada beberapa hal sensitif dan berpotensi menyebabkan suatu konflik yang seharusnya kita sebisa mungkin harus bisa menghindari. Cara ini adalah cara yang paling efektif menjaga lingkungan agar terhindar dari konflik terbuka.

2. Acomodating

Cara Akomodating merupakan suatu kegiatan yang mengumpulkan berbagai pendapat dari banyak pihak yang terlibat dalam konflik. Dengan cara kita mengumpulkan pendapat, maka organisasi dapat mencari jalan keluar(solusi) dengan tetap mengutamakan kepentingan salah satu pihak yang berkonflik.

Sayangnya, cara seperti ini masih bisa menimbulkan konflik baru dan perlu dilakukan evaluasi secara berkala.

3. Compromising

Langkah selanjutnya yaitu langkah copromising, cara compromising berbeda dengan cara acomodating karena cara compromising cenderung lebih memperhatikan pendapat dan kepentingan semua pihak. Kompromi merupakan cara penyelesaian konflik yang melakukan negosiasi pada pihak-pihak yang berkonflik dan mencari jalan tengah bagi kebaikan bersama.

Atau istilah lainnya yaitu, dengan kompromi maka semua pihak yang berkonflik akan mendapatkan solusi yang memuaskan. Langhah yang seperti ini biasanya dapat menyelesaikan konflik tanpa menimbulkan konflik yang baru.

4. Competing

Langkah selanjutnya adalah langkah competing merupakan cara menyelesaikan konflik dengan memberikan pengarahan suatu pihak yang berkonflik untuk saling bersaing dan memenangkan kepentingan masing-masing.

Pada akhirnya salah satu pihak akan kalah dan mengalah atas kepentingan pihak lain. Ini merupakan strategi cadangan dan dianggap kurang efektif bila salah satu pihak lebih kuat dari yang lain.

5. Colaborating

Langkah selanjutnya yaitu langkah kolaborasi adalah cara menyelesaikan konflik dengan cara bekerjasama untuk memperoleh hasil yang memuaskan karena semua pihak ikut andil dalam menyelesaikan masalah dengan tetap memperhatikan kepentingan semua pihak.

Dengan istilah lain, kepentingan pihak-pihak yang berkonflik tercapai dan dapat menghasilkan win-win solution.

6. Conglomeration (Mixtured Type)

Langhah teakhir yaitu langkah conglomeration merupakan penyelesaian konflik dengan mengkombinasikan kelima tipe manajemen konflik di atas. Tipe manajemen konflik yang satu ini membutuhkan waktu dan tenaga yang besar dalam proses penyelesaian suatu konflik.

Faktor-faktor Penyebab Konflik

faktor yang mempengaruhi manajemen konflik
from : slideplayer
  1. Perbedaan Individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan;
  2. Perbedaan latar belakang Kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda pula. sedikit banyaknya seseorang akan menjadi pengaruh dengan pola-pola pemikiran dan pendirian kelompoknya.
  3. Perbedaan Kepentingan antara individu atau kelompok, diantaranya menyangkut bidang ekonomi, politik, dan sosial; dan
  4. Perubahan-Perubahan Nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.

Tingkatan Konflik

  1. Konflik Intrapersonal,  merupakan suatu konflik internal yang terjadi didalam diri seseorang. Konflik intrapersonal akan terjadi ketika individu  harus memilih dua atau lebih tujuan yang saling bertentangan, dan bimbang mana yang harus dipilih untuk dilakukan.
  2. Konflik Interpersonal, yaitu konflik yang terjadi antar individu. Konflik yang terjadi ketika adanya sebuah perbedaan tentang adanya isu tertentu, tindakan dan tujuan dimana hasil bersama sangat menentuan.
  3. Konflik Intragrup, yaitu konflik antara angota dalam satu kelompok. Setiap kelompok dapat mengalami konflik substantif atau efektif.  Konflik substantif biasanya terjadi karena adanya suatu latar belakang yang memiliki suatu keahlian yang berbeda-beda, ketika anggota dari suatu komite menghasilkan kesimpulan yang berbeda atas data yang sama. Sedangkan konflik efektif terjadi karena tangapan emosional terhadap suatu situasi tertentu.
  4. Konflik Intergrup, yaitu suatu konflik yang terjadi antar suatu kelompok. Konflik intergrup terjadi karena adanya saling menggantungkan ke orang lain (ketergantungan), perbedaan persepsi, perbedaan tujuan, da meningkatkatnya tuntutan akan keahlian.
  5. Konflik Interorganisasi,  yang terjadi antar organisasi. Konflik interorganisasi biasanya terjadi karena mereka saling memiliki sikap ketergantungan satu sama lain, konflik terjadi bergantung pada tindakan suatu organisasi yang menyebabkan dampak negatif terhadap organisasi lain. Misalnya konflik yang terjadi antara lembaga pendidikan dengan salah satu organisasi masyarakat
  6. Konflik Intraorganisasi, yaitu konflik yang terjadi antar bagian dalam suatu organisasi, meliputi:
  • Konflik Vertikal, yang terjadi antara pimpinan dan bawahan yang tidak sependapat tentang cara terbaik untuk menyelesaikan sesuatu. Misalnya konflik antara Rektor dengan tenaga kependidikan;
  • Konflik Horizontal, yang terjadi antar karyawan atau departemen yang memiliki hierarkhi yang sama dalam organisasi Misalnya antara tenaga kependidikan;
  • Konflik Lini-Staf, yang sering sekali terjadi karena adanya sebuah perbedaan persepsi tentang keterlibatan staf dalam proses pengambilan keputusan oleh manajer lini. Misalnya konflik antara Rektor dengan tenaga administrasi.
  • Konflik Peran, yang terjadi karena seserang memiliki lebih dari satu peran. Misalnya Rektor menjabat sebagai ketua dewan pendidikan;

Pengelolaan Konflik

pengelola manajemen konflik
from : IDtetis

Konflik dapat dicegah atau dikelola dengan:

1.Disiplin

Mempertahankan kedisiplin dapat berfungsi untuk mengelola dan mencegah suatu konflik. Manajer perawat harus mengetahui dan memahami peraturan-peraturan yang ada dalam organisasi. Jika belum mengerti, mereka harus mencari bantuan untuk lebih  mudah untuk memahaminya lagi.

2. Pertimbangan Pengalaman dalam Tahapan Kehidupan

Konflik dapat dikelola dengan cara mendukung perawat untuk mencapai tujuan sesuai dengan pengalaman dan tahapan hidupnya.

Misalnya; Perawat junior yang berprestasi dapat dipromosikan untuk mengikuti pendidikan kejenjang yang lebih tinggi, sedangkan bagi perawat senior yang berprestasi dapat dipromosikan untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi.

3. Komunikasi

Suatu Komunikasi yang baik akan menciptakan lingkungan yang terapetik dan kondusif. Suatu upaya yang dapat dilakukan manajer untuk menghindari konflik adalah dengan menerapkan komunikasi yang efektif dalam kegitan sehari-hari yang akhirnya dapat dijadikan sebagai satu cara hidup.

4. Mendengarkan secara aktif

Mendengarkan dengan cermat merupakan hal sangat penting untuk mengelola konflik. Untuk memastikan bahwa penerimaan para manajer perawat telah memiliki pemahaman yang benar, mereka dapat merumuskan kembali permasalahan para pegawai sebagai tanda bahwa mereka telah mendengarkan.

5. Teknik atau Keahlian untuk Mengelola Konflik

Ada beberapa pendekatan resolusi konflik bisa terjadi dalam hal yang berbeda-deda diantaranya :

  • Konflik itu sendiri.
  • Karakteristik orang-orang yang terlibat di dalamnya.
  • Keahlian individu yang terlibat dalam penyelesaian konflik.
  • Pentingnya sebuah isu yang menimbulkan konflik, dan Ketersediaan waktu dan tenaga.

Demikian dari beberapa pengertian manajemen konflik, tujuan, manfaat dan masih banyak lagi diatas semoga bisa bermanfaat dan dapat menambah wawasan buat kalian semua.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: