Pengalaman Organisasi yang Mengesankan

assalamualaikum teman-teman…

Tentang pengalaman pribadi saya, Satu detik yang lalu adalah masa lalu dan tidak akan pernah bisa kembali. Waktu adalah anugrah Tuhan yang begitu luar biasa, tapi tidak banyak orang yang bisa menghargai itu. Mungkin saya adalah salah satu dari sekian banyak orang yang belum bisa menghargai waktu.

Ketika saya kelas sembilan, saya di pilih menjadi seorang pengurus di pondok pesantren dan aku merasa belum pantas menjadi seorang pengurus.

Siap menjadi pemimpin berarti kamu juga harus siap dengan segala risiko yang harus dihadapi, tanggung jawab yang menanti dan siap untuk menuyusun berbagai strategi, karena menjadi pemimpin yang bijak,tegas dan disukai bawahan bukanlah hal gampang.

Tantangan Menjadi Seorang Pengurus

Tantangan menjadi seorang pengurus itu sangatlah berat, saya merasakan itu setelah ketika saya menjadi seorang pegurus. Apalagi ketika saya menjadi seorang pengurus keamanan, saya harus bersikap seperti polisi yang mana harus mengawasi anak buahnya.

Saya merasakan menjadi pengurus keamanan itu harus siap-siap dijauhkan dari teman, banyak orang yang tidak menyukai saya, sampai saya tidak kuat dengan semua itu.

Belum lagi ketika ada anak yang mendapatkan kasus, pasti yang akan terkene marah duluan pengurusnya, tetapi mau gimana lagi itu semua adalah tanggup jawab saya, saya harus berusaha menjalani semua itu dengan sabar, ikhlas, dan tidak boleh menyerah.

Tugas Organisasi Kepengurusan

Organisasi kepengurusan asrama terdiri atas Ibu/Bapak asrama dan dibantu oleh beberapa pengawas(santri pilihan).

  1. Seorang bapak/ibu asrama yang dibantu oleh beberapa orang pengawas beserta regu kerja dalam bidang-bidang tertentu. Bapak/ibu asrama berfungsi sebagai pengawas umum, yaitu penanggung jawab atas seluruh situasi dan penyelenggaraan asrama sebagai suatu kesatuan yang integral.
  2. Pengawas, yang mempunyai fungsi membantu Bapak/Ibu asrama dalam menjalankan kebijaksanaan dan pengelolaan asrama pesantren.

Menjadi sosok pemimpin yang tegas dan bijaksana

Menjadi atasan itu bukan lah tugas yang mudah, kelihatannya saja enak karena bisa memerintah semua bawahan melakukan pekerjaan sesuai keinginan, namun pada kenyatannya tak semudah itu.

Ingat!

Pemimpin itu harus adil dan bijak. Dan pemimpin yang nyata itu adalah memberikan orang apa yang mereka butuhkan, bukan apa yang mereka inginkan.

Ciri-Ciri Orang yang Bijaksana

  • Menyelesaikan Masalah Tanpa Menundanya

Pemimpin sukses segera mengatasi masalah langsung ke akarnya. Mereka tidak menunda-nunda masalah. Kalau ada masalah, mereka juga tidak kabur. Mereka tahu bahwa orang bisa maju bila melakukan hal yang orang lain tidak suka.

  • Bertanya dan Mencari Nasehat

Pemimpin sukses melemparkan pertanyaan dan mencari nasehat setiap waktu. Dari luar, mereka sepertinya tahu segalanya. Tetapi dari dalam, mereka sebenarnya haus pengetahuan dan selalu mencari cara mempelajari hal baru karena mereka ingin meningkatkan kemampuan mereka dengan nasihat orang lain.

  • Menikmati Tanggung Jawab

Pemimpin sukses memang menyukai jadi pemimpin. Bukan karena kekuasaan yang didapat, tapi karena dampak bermanfaat yang bisa mereka ciptakan. Bila Anda sudah meraih posisi senior, ini berarti kamu harus melayani orang lain dan kamu baru bisa melakukannya bila benar-benar menyukai tugas itu.

  • Memperkokoh Sesema Pengurus

Pemimpin yang sukses tidak berfokus mempertahankan “kerajaannya” — justru sebaliknya, mereka mengembangkan wilayah dengan memperkokoh hubungan yang saling menguntungkan. Pemimpin sukses berbagi hasil kesuksesan untuk menciptakan kebersamaan dengan mereka yang ada di sekeliling.

  • Tegas dan Adil Dalam Menyampaikan Keputusan 

Pemimpin sukses menciptakan budaya kerja yang positif sehingga para bawahan termotivasi bekerja. Mereka disukai dan dihargai. Mereka tidak mau momentum terganggu oleh kegagalan.

  • Memberi Contoh yang Baik

Memberi contoh terdengar gampang, tapi kenyataannya banyak pemimpin yang gagal di hal yang satu ini. Nah, pemimpin sukses memberi dan melaksanakan contoh yang mereka berikan. Mereka tahu bahwa mereka diamati oleh bawahan.

tetapi memberi contoh adalah hal yang tak mudah untuk saya lakukan saya bisa mengarahkan mereka tetapi melakukan yang sebenarnya lah hal yang sangat sulit.

Nikmatnya Kebersamaan 

Kata “Kebersamaan” terasa begitu familiar di telinga kita, khususnya bagi mereka yang tergabung dalam sebuah komunitas atau organisasi.

Sama saya juga merasakan nikmat kebersamaan dalam berorganisasi, kita melakukan sesuatu kalau di lakukan secara bersama-sama tentunya lebih terasa ringan.

Terkadang saya suka kangen ketika ingat masa-masa menjadi pengurus makan bersama, tidur bersama, musyawaroh bersama, menyelesaikan masalah pun bersama.

Apalagi ketika program kita merasa berhasil dilakukan dengan baik rasanya tuh bahagia bangetlah sampai-sampai kita mengadakan syukuran(bancaan).

Alasan Saya Bertahan Menjadi Pengurus

Dengan saya mengikuti organisasi kepengurusan saya bisa Belajar untuk berorganisasi, karena berorganisasi ini sangat lah penting ketika kita berada di tengah-tengah masyarakat. Percuma kita pintar, kaya, ganteng ataupun cantik tapi tidak pandai berbaur dengan masyarakat. Karena pada hakikatnya kita adalah makhluk sosial.

Melatih mental untuk berbicara di depan orang banyak. Berkomunikasi dengan orang adalah hal yang paling dasar untuk kita melakukan timbal balik. Tapi tidak banyak orang yang memiliki ilmu dalam berkomunikasi ini. Tidak heran, jika banyak orang yang memutuskan tali silaturahim hanya karena perkataan.

 apalagi melatih diri untuk menjadi seorang pemimpin. Ini merupakan hal yang begitu penting untuk masa depan kita. Entah itu memimpin sebuah perusahaan, keluarga, dan minimal memimpin diri sendiri.

Awal Saya Belajar Bisnis

 by rawpixel.com 
ketika saya kelas tiga MTs saya diamanat oleh bu nyai saya untuk membuat sebuah kantin. saya membuatkan kantin dengan modal 100 ribu rupiah.

berawal bisnis jualan yang dengan menggunakan kantong plastik merah lama kelamaan dengan ridho seorang bu nyai saya al hamdulillah bisa mendirikan sebuah koprasi.

 alhamdulillah penjualan perharinya tidak kurang lebih 500 ribu rupiahlah. tetapi yang namanya orang bisnis itu kadang untung kadang juga rugi. saya mengelola koperasi itu dengan penuh perjuangan.

kenapa kok saya bilang dengan perjuangan?

karena saya mengelola koperasi tersebuat dengan mengorbankan waktu belajar saya dan waktu istirahat saya. tetapi tidap papalah karena bu nyaiku bilang “gak papa za sekarang belajar bisnis semoga besok besok bisa benjadi pengusaha yang sukses” amin.

mulai dari situ lah saya berfikir mungkin dengan jalan ini saya bisa belajar dan merasakan bagaimana susahnya orang tua kita mencari uang untuk kita dan dari situ juga saya mulai tertarik dengan bisnis.

bukan cuman itu 9 dari 10 pintu rezeki adalah perniagaan atau perdagangan. Rasulullah SAW pun adalah seorang pengusaha yang luar biasa. Karena contoh tauladan terbaik adalah pada diri Rasulullah SAW.

Nah, dari keorganisasian pondok pesantren saya bisa juga belajar bagaimana rasanya mendirikan koperasi yang mulanya hanya jualan di kantong plastik. semoga dengan usaha yang sungguh-sungguh dan tekat yang kuat kita bisa menjadi apa yang kita ingin kan. 

semoga pengalaman saya bisa bermanfaat.
tak ada gading yang tak retak kesempurnaan hanyalah milik alloh.

wasalamualaikum

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: