pengertian BUMDes

Pengertian BUMDes Beserta Cara Berkembangnya, Baca disini!

Pengertian BUMDes – Pengertian BUMDes adalah suatu lembaga yang dikelola oleh masyarakat dan pemerintah desa dengan tujuan untuk memperkuat perekonomian desa dan dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi data.

Pengertian BUMDes yaitu sebuah pilar kegiatan ekonomi yang didesa yang berfungsi sebagai lembaga (social institution) dan komersial (commercial institution).

Selain itu BUMDes juga memiliki peran sebagai lembaga sosial yang berpihak terhadap kepentingan masyarakat melalui kontribusi dalam penyediaan pelayanan sosial.

Sedangkan sebagai lembaga komersial sendiri bertujuan untuk mencari keuntungan melalui penawaran sumber daya lokal ke pasar.

Pendapat lain mengatakan bahwa pengertian BUMDes ialah suatu badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa melalui penyertaan modal langsung yang berasal dari hasil kekayaan desa.

Dan BUMDes harus lahir atas kehendak seluruh warga desa yang memutuskan melalui mesyawarah desa (MusDes) yang melahirkan berbagai keputusan mulai dari nama badan usaha, pemilihan pengurus hingga jenis lembaga apa yang harus dikembangkan.

Baca juga: Pengertian UMKM

Kiat Sukses  dalam Pembangunan BUMDes

Desa membangun Indonesia
From : Kompasiana.com

Sudah membentuk BUMDes tetapi kesulitan bagaimana harus mengembangkannya? Ingin memiliki Bumdes sukses seperti BUMDes yang lainnya? Dan kira-kira apa penyebab dari ketidak berkembangnya BUMDes tersebut?

Masyarakat seringkali melupakan aspek penting dalam mengembangkan BUMDes. Aspek apa yang terjadi ?

Ternyata masyarakat sering sekali mengabaikan aspek kelembagaan dan organisasi dalam menjalankan BUMDes.

Pemilihan pengurusan BUMDes sangatlah penting karena kalau kita memilih tanpa didasarkan pada kemampuan yang dimiliki oleh calon pengurus tentunya akan mempengaruhi kinerja pengurus  BUMDes ke depannya.

Padahal kesuksesan BUMDes terdapat pada tangan para pengurus BUMDes, terutama pada pemimpinnya.

Jadi, Kriteria Apa saja yang Harus Dimiliki oleh Pengurus BUMDes?

kriteria memilih calon pengurus bumdes
From : Berdesa

Kriteria yang harus dimiliki oleh pengurus BUMDes anatara lain sebagai berikut;

Pertama, yaitu memiliki jiwa pemimpin alias leadership. Seperti ibarat kapal yang membutuhkan nahkoda, BUMDes pun juga membutuhkan seorang ketua/direktur yang mampu untuk mengarahkan BUMDes.

Jangan sampai setelah BUMDes berdiri pengurus tidak tahu kemana arah dan tujuan BUMDes ke depannya.

Kedua, yaitu memiliki visi sehingga dalam masa kepengurusannya pengurus BUMDes bisa merencanakan kegiatan apa  saja yang akan dilaksanakan, apa saja yang harus dilakukan, apa saja target yang harus dicapai BUMDes dalam waktu tertentu, dan mampu menciptakan inovasi apa  untuk mengembangkan BUMDes.

Selain itu, memiliki kemampuan yang memiliki sifat individual, pengeurus BUMDes juga harus memiliki semangat kerja tim (teamword) yang tinggi.

Lalu, Bagaimana agar BUMDes dapat berkembang?

inovasi desa
From : Blogspot.com

Pertama yaitu pembenahan struktur organisasi Bumdes. Seperti sebuah perusahaan, Bumdes juga harus memiliki struktur yang jelas, termasuk di dalamnya pembagian wewenang dan tugas pengurus.

Jangan sampai ada tumpang tindih antara pengurus yang satu dengan yang lain dengan begitu pekerjaan dapat diselesaikan dengan efisien dan efektif.

Kedua, peningkatan kualitas SDM. Dengan adanya perkembangan zaman dan teknologi yang semakin canggih tentunya harus disertai dan diikuti dengan peningkatan kualitas SDM.

Jangan sampai orang lain melihat Bumdes sebagai sebuah perusahaan yang “ndeso” hanya karena letaknya yang berada di desa.

Peningkatan kualitas SDM ini dapat dilakukan dengan mengadakan pelatihan maupun bimbingan teknis yang diadakan oleh Pemerintah maupun swasta.

Ketiga, yaitu perbaikan sistem dalam organisasi Bumdes. Sistem yang dimaksud dimaksud ialah sistem tentang bagaimana cara agar pengurus Bumdes melakukan tugasnya dengan baik.

Setidaknya harus ada 3 poin yang berada dalam sistem ini dan yang harus dilakukan oleh pengurus khususnya oleh pemimpin, yaitu meeting, monitoring, dan controlling.

Meeting dilakukan untuk mengetahui kemajuan program kerja Bumdes, menentukan target, menganalisis masalah dan kendala yang sedang dihadapi, dan hal-hal lain yang perlu dibicarakan yang mempengaruhi kinerja Bumdes.

Monitoring dilakukan untuk mengawasi kinerja Bumdes sehingga dalam pelaksanaannya pengurus, khususnya ketua/direktur, dapat melihat bagaimana kondisi di lapangan.

Controlling dilakukan dengan mengontrol pekerjaan para pengurus agar sesuai dengan tugasnya sehingga pekerjaan dapat dilakukan dengan optimal.

Syarat pembentukan BUMDes

syarat membangun BUMDes
From ; kLIK24.ID
  1. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2010 yang menjelskan tentang Badan Usaha Milik Desa pasal (5), syarat-syarat pembentukan BUMDes diantaranya yaitu:
  2. Berdasarkan inisiatif pemerintah desa dan juga masyarakat berdasarkan musyawarah warga desa.
  3. Adanya potensi usaha ekonomi masyarakat.
  4. Sesuai dengan kebutuhan masyarakat, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pokok.
  5. Tersedianya sumber daya (modal) desa yang belum dimanfaatkan secara optimal, terutama kekayaan desa
  6. Tersedianya sumber daya manusia yang mampu mengelola badan usaha sebagai aset penggerak perekonomian masyarakat desa.
  7. Adanya unit-unit usaha masyarakat yang merupakan kegiatan ekonomi warga masyarakat yang dikelola yang kurang terakomodasi dan juga parsial.
  8. Untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan pendapatan asli desa.

Ciri-Ciri BUMDes

ciri-ciri BUMDes

BUMDes juga memiliki beberapa ciri-ciri antara lain sebagai berikut ini:

  • Desa memiliki kekuasaan penuh atas BUMDes dan juga dikelola bersama dengan masyarakat.
  • Modal utama yaitu bersumber dari desa sebesar 51% dan dari masyarakat 49%, dan dilakukannya dengan cara penyerataan modal (saham atau andil).
  • Menggunakan falsafah bisnis yang berakar dari budaya lokal untuk melakukan kegiatan operasional. Proses operasionalisasi ini di awasi dan dikontrol bersama oleh BPD, Pemerintah Desa dan anggota masyarakat.
  • Bidang yang dipilih bagi badan usaha desa harus menyesuaikan dengan potensi dan informasi pasar.
  • Keuntungan yang diperoleh dari produksi dan penjualan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat desa melalui kebijakan desa.
  • Pemberian fasilitas dan pengawasan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, dan Pemerintah Desa.

Usaha yang Dapat di Kembangkan Oleh BUMDes

kedudukan BUMDes
From : akurat.co

Untuk dapat mencapai tujuan BUMDes harus dengan menggunakan memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bentuk pelayanan barang dan jasa.

Kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi adalah kebutuhan pokok selain itu juga dengan pembekalan usaha bagi masyarakat juga menjadi salah satu tanggung jawab dari BUMDes.

Adapun usaha-usaha yang bisa dikembangkan oleh BUMDes antara lain sebagai berikut:

1. Serving/Bisnis Sosial.

Melakukan pelayanan terhadap warga sehingga warga bisa manfaat sosial yang besar pada modal usaha seperti BUMDesa tidak menargetkan keuntungan semata. Jenis bisnis ini seperti pengelolaan air minum, pengolahan sampah dan lain sebagainya.

2. Banking/Keuangan

Masyarakat mendapatkan akses modal dengan cara yang mudah dengan bunga sekecil mungkin dan bukan rahasia lagi sebagian besar Bank komersil di negeri ini tidak berpihak pada rakyat kecil di pedesaan karena BUMDes juga bisa membangun lembaga keuangan untuk memudahkan msyarakat.

Selain mendorong produktivitas usaha milik warga dari sisi permodalan jenis usaha ini juga bisa menyelamatkan nasib warga dari cengkraman rentenir yang berkedok bank keliling di pedesaan;

3. Bisnis Penyewaan/ Renting

Menjalankan usaha penyewaan memudahkan warga mendapatkan berbagai kebutuhan peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan misalnya penyewaan gedung alat alat pesta penyewaan keperluan pertanian dan sebagainya;

4. Lembaga perantara/ Broking

BUMDes dapat memperpendek jalur distribusi komoditas menuju pasar karena BUMDes juga bisa menjadi perantara antara komoditas yang dihasilkan warga terhadap pasar yang lebih luas.

Cara ini akan memberikan dampak ekonomi yang besar pada warga sebagai produsen karena tidak lagi dikuasai tengkulak yang selama ini hanya mencekik warga pedesaan;

5. Perdagangan/ Trading

BUMDes menjalankan usaha yang tidak bisa dilakukan oleh warga secara perseorangan yaitu penjualan barang atau jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Misalnya BUMDes Mendirikan POM bensin bagi kebutuhan kapal-kapal di desa Nelayan, dan lain sebagainya.

6. Usaha Bersama/ Holding

BUMDes dapat membangun usaha terpadu yang bisa melibatkan banyak usaha di desa, seperti BUMDes mengelola wisata desa dan membuka akses seluas luasnya pada penduduk untuk bisa mengambil berbagai peran yang dibutuhkan dalam kegiatan usaha wisata;

7. Kontaktor / Contracting

BUMDes menjalankan pola kerja kemitraan pada berbagai kegiatan desa seperti pelaksana proyek desa pemasok berbagai bahan pada proyek desa, penyedia jasa cleaning service, dan lain lain. apalagi sejak tahun 2018 pemerintah desa dilarang mengundang kontraktor dari luar desa untuk mengerjakan berbagai proyek yang dimiliki desa.

Demikianlah Penjelasan singkat mengenai pengertian BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) , ternyata bukan hanya pemerintah dan swasta yang memiliki badan usaha, namun desa pun juga memilikinya, dan dengan adanya Badan Usaha Milik Desa ini sangat berarti bagi kesejahteraan masyarakat desa karena dapat memberikan manfaat yang begitu besar.

 

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: