dana desa

Pengertian Dana Desa dan Cara Mengelolanya [Lengkap]

Pengertian dana desa – Dana desa merupakan sumber anggaran pendapatan dan belanja negara yang di gunakan untuk desa yang ditransfer melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah Kabupaten/Kota untuk membiayai penyelenggaraan pemerintah, pembangunan, dan juga sebagai pemberdayaan masyarakat.

Sebuah desa akan semakin baik dan berkembang sistem pemeritahannya jika dana diberikan dan dapat dimanfaatkan dengan baik untuk kebutuhan dengan tujuan meningkatkan sarana dan prasarana dan juga infrastruktur desa.

Penjelasan lebih lanjutnya simak berikut ini!

Pengertian Dana Desa

pengertian dana desa
From : tribuncelebes.com

Apa sih pengertian dana desa itu?

Pengertian dana desa merupakan sejumlah anggaran dana yang diberikan kepada pemerintah, dana tersebut berasal dari anggaran pendapatan dan belanja negara yang merupakan sumber dana perimbangan keuangan pusat dan daerah, jumlah yang diterima paling sedikit adalah 10%.

Dan juga alokasi dananya harus digunakan secara konsisten dan terkendali. Kegiatan yang menggunakan alokasi dana sebaiknya menggunakan  proses perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi yang jelas dan juga harus berdasarkan dengan prinsip.

Kemudian harus ada laporan yang dibuat agar jelas dan harus transparan agar dapat dipertanggungjawabkan.

Baca juga : Pengertian UMKM

Tujuan Dana Desa

tujuan dana desa
From : suaramerdeka.com

Dana desa yang disalurkan secara umum untuk masyarakat juga memiliki tujuan antara lain sebagai berikut:

  • Dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
  • Meratakan berbagai infrastruktur dan pelayanan publik yang berada didesa.
  • Mengimplementasikan sikap berbangsa dan bernegara dengan menekankan pada subjek pembangunan di pedesaan.

Dari penjelasan diatas disimpulkan bahwa pemerintah mengalokasikan pengeluaran dan kegunaan dana desa agar rencana anggaran dan pertumbuhan masyarakat desa semakin pesat.

Dana desa bermanfaat untuk desa itu sendiri, dan dengan adanya penyaluran dan pemberian dana desa masyarakat merasakan dampaknya secara langsung.

Manfaat Dana Desa

apresiasi pemerintah tentang dana desa
From ; Bngkuluekspress.com

Pada pemberian dana desa di tahun 2015, masyarakat sangatlah merasakan dampak manfaatnya secara langsung.

Masyarakat merasakan berbagai dampak positif, salah satunya adalah seperti mengatasi masalah ketimpangan dalam desa tersebut dan membantu masyarakat miskin.

1. Meningkatkan Aspek Ekonomi dan Pembangunan

Pemberian dana desa ini memiliki banyak manfaat yang sangat dirasakan secara langsung oleh masyarakat desa, berbagai aspek ekonomi menjadi terkendali dan terpenuhi.

Dapat mengarahkan pembangunan di desa tertinggal guna untuk mengurangi berbagai ketimpangan yang ada di desa.

Bahkan hanya itu realitas ini juga terjadi pada tahun 2018 pada era kepemimpinan Presiden Jokowidodo, seperti sikap pemerintah ketika melakukan peningkatan alokasi dana kepada desa yang bertujuan untuk meningkatkan distribusi yang terdapat di desa.

Sedikit demi sedikit berbagai permasalahan yang berada di desa banyak yang teratasi, penyaluran dana yang dilakukan juga merata dan adil.

2. Meningkatkan SDM Masyarakat Desa

Perlu juga persiapan dan pengelolaan peningkatan dana yang diberikan desa, agar SDM dapat meningkat dengan baik.

Oleh karena, harus ada beberapa hal yang dilakukan desa selain menggunakan dana untuk pembangunan desa, tetapi juga melaksanakan pembinaan, bimbingan serta pendampingan, dan pemantauan yang lebih tertata dan saling berhubungan.

Disisi lain, dari manfaat yang diberikan juga dibutuhkan penguatan koordinasi, konsolidasi, dan sinergi terhadap pelaksanaan program yang menjadi prioritas pembangunan desa dari tingkat pemerintah pusat, daerah, kecamatan, hingga desa itu sendiri.

Oleh karena itulah di setiap desa di dalam bentuk negara, pastinya memiliki berbagai karakteristik yang berbeda-beda. Pemerintahan dapat mempertimbangkan penyaluran dana melalui karakteristik tersebut.

Seperti contoh pada desa tertinggal, yang mana karakteristiknya adalah disana infrastruktur tersedia dengan sangat sedikit dan minim.

Maka dari itu, pemberian dana desa tersebut dianjurkan untuk pembangunan infrastruktur, dan layanan fasilitas publik, akan semakin baik dari sebelumnya.

Ada juga untuk desa yang masyarakatnya sudah berkembang dengan baik, maka penyaluran dan pengalokasian dana tersebut lebih diarahkan untuk sistem pemberdayaan serta pengembangan perekonomian yang ada di desa tersebut.

Kalau Begitu, Bagaimana Cara Mengelola Dana Desa Tersebut?

alokasi dana desa
From : aceHTren.com

Ada satu filosofi yang sangat fundamental ketika pemerintah menggulirkan dana desa sejak tahun 2015.

Dari anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kepada lebih dari 74 ribu desa, yaitu kemajuan harus dimulai dari pinggir (desa), Sehingga pembangunan akan dirasakan lebih merata.

Kebijakan membangun dengan dana desa oleh pemerintah dan sangat perlu di apresiasi, yang secara simultan yang secara simultan juga perlu untuk diawasi.

Jangan sampai dana desa di salah gunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Karena dana investasi pemerintah yang digunakan untuk membangun desa sangatlah besar.

Terlepas dari hal tersebut, perlu kiranya agar desa yang belum sukses dapat belajar dari desa lain yang telah sukses sehingga pembangunan akan dirasakan secara merata oleh masyarakat.

Adapun beberapa catatan yang diperoleh dari hasil pengamatan sederhana tersebut terhadap desa yang telah sukses dalam mengelola dana desa antara lain adalah :

1. Kenali potensi dan petakan permasalahan yang ada

Kegiatan ini sebagai langkah awal untuk melakukan pemetaan potensi dan persoalan desanya. Ini merupakan suatu strategi jitu dengan biaya yang sangat rendah. Seperti yang dikatakan oleh pepatah, “Sekali merengkuh dayung, dua-tiga pulau terlampaui”.

Dengan hasil pemetaan itu, ia menjadi tahu dengan lebih presisi persoalan yang ada di desa. Dari hasil pemetaan itulah, kemudian mengeluarkan berbagai kebijakan yang tepat sasaran sehingga memberi dampak perubahan positif dan langsung dirasakan oleh masyarakat.

Misalnya, program satu rumah satu kolam untuk memanfaatkan aliran sungai bagi rumah yang berada di tepi sungai. Ada pula upaya mendorong pemasaran produk 160 unit kecil dan menengah melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta mendorong desanya sebagai daerah wisata.

Tentu saja, potensi setiap daerah berbeda. Dari pemetaan awal itulah, potensi setiap desa akan muncul dan bisa dikembangkan sehingga bernilai ekonomis. Ada desa yang memiliki potensi pertanian, perikanan, agrowisata, kelautan, dan sebagainya.

2. kembangkan sektor produktif dan investatif

Dalam beberapa kasus yang saya amati, kesuksesan sebuah desa bersumber dari strategi penggunaan dana desa yang produktif dan investatif.

BUMDes merupakan salah satu medium pengelolaan dana desa produktif. Sebagai badan usaha, BUMDes wajib dikelola secara profesional dengan memperhatikan potensi bisnis di daerah masing-masing.

Dengan harga yang bersaing dan pengelolaan yang profesional, Bumdesmart tidak hanya memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, melainkan juga mengurangi angka pengangguran dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sebab, sekitar 30 persen produk yang dijual merupakan produk yang diolah oleh warga.

Yang menarik kemasan Bumdesmart juga ditata seperti mini market modern. Ditambah lagi dengan fasilitas internet gratis, tempat ini kian menjadi daya tarik sendiri.

Kedepannya, bahkan Bumdesmart akan diproyeksikan juga menjadi pasar grosir yang mampu menyuplai kebutuhan warung-warung kecil warga.

3. Bangun sumber daya manusia dan sistem yang andal

Bagi saya, manusia dan sistem sama pentingnya. Ketika sumber daya manusia di desa ditingkatkan kompetensinya, di saat yang sama sistemnya juga harus dibangun. Sebab, manusia yang handal tanpa sistem yang memadai, tidak efisien. Begitu juga dengan sebaliknya.

Pada bagian pembangunan sistem, salah satu yang harus dilakukan dalam hal trasnparansi. Sistem yang transparan akan meminimalisasi celah terjadinya kecurangan, bahkan korupsi. Dan transparan akan melahirkan sistem akuntabel.

Itualah artinya, manusia yang unggul juga diperlukan dalam membangun desa agar lebih maju, sejahtera dan bermartabat.

4. Partisipasi masyarakat

Pembangunan yang baik itu yang  mana setiap warganya merasa memiliki dan terlibat untuk berpartisipasi. Seperti pada pembangunan fisik, dimana pemerintah desa bisa memanfaatkan warga untuk memperbaiki jalan, membangun jembatan, atau tanggul.

Di sisi lain, cara ini bisa menghemat anggaran, dan disaat yang sama, juga akan melahirkan keeratan hubungan antara warga dan pemerintah desa, serta rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap desa. Tak hanya pada pembangunan fisik, masyarakat juga harus terlibat pada pengawasan.

Sebab seperti kata pepatah, ” Ada gula, ada semut”. Dana desa yang besar berpotensi di korupsi atau terjadi penyimpangan dalam tata kelolanya.

Jadi, warga bisa mendengar dan mendapatkan informasi terkini secara langsung, real time, tentang perkembangan pembangunan dan kinerja pemerintahan di desanya.

5. Jangan lupakan masyarakat

Karena awal mula digulirkannya dana desa untuk pembangunan desa dan kesejahteraan warganya, maka setiap program yang digulirkan harus pro rakyat.

Tidak hanya yang berbasis produktif, program-program yang ada juga harus mampu mengembangkan masyarakat sebagai komunitas maupun sebagai individual.

Naik baik pemerintahan memberi kepercayaan desa sebagai aktor perubahan bagi pembangunan daerah sejatinya harus disikapi secara optimis.

Meski punya kendala dan keterbatasan, namun jangan lupa, setiap desa pasti juga memiliki kekhasan, potensi dan kekuatan tersendiri.

Bila dicermati dikelola dengan baik, dan melibatkan masyarakat, tentu akan berbuat manis. Seperti kata pepatah, “Bila ada niat di situ ada jalan”.

Demikian penjelasan singkat mengenai pengertian dana desa beserta cara mengembangkannya, semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan untuk kalian semua.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: