pendidikan inklusi

[Penting] Kalian Harus Mengarti Tentang Pengertian Inklusi!

Pengertian inklusi – Dalam kehidupan bermasyarakat istilah inklusi dapat dikatakan belum familiar. Sangat sedikit sekali masyarakat yang sudah mengenal tentang inklusi.

Bahkan makna dari inklusi sendiri sangat jauh dari harapan. Maka dari itu, berikut ini adalah pengertian inklusi dan pemahaman terhadap inklusi.

Simak berikut ini!

Apa Sih Pengertian Inklusi Itu?

pengertian inklusi
From : harian pagi mata benua

Pengertian inklusi merupakan sebuah pendekatan untuk membangun dan untuk mengembangkan sebuah lingkungan yang semakin terbuka.

Mengajak masuk dan mengikutsertakan semua orang dengan berbagai perbedaan latar belakang, karakteristik, kemampuan, status, kondisi, etnik, budaya dan yang lainnya.

Masyarakat inklusi  yang di katakan dengan terbuka adalah semua orang  yang tinggal, berada dan beraktifitas dalam lingkungan keluarga serta sekolah ataupun masyarakat dapat merasa aman dan nyaman mendapatkan hak dan melaksanakan kewajiban.

Jadi yang dikatakan dengan lingkungan inklusi adalah lingkungan sosial masyarakat yang terbuka, ramah, meniadakan hambatan, dan menyenangkan.

Karena semua warga masyarakat tanpa ada terkecuali saling menghargai dan saling merangkul tanpa adanya perbedaan.

Nah, kata inklusi berasal dari “inclusion” yang memiliki arti mengajak masuk atau mengikutsertakan. Lawan katanya adalah eksklusi, yang berasal dari kata “exclusion” yang memiliki arti mengeluarkan atau memisahkan.

Dalam suatu masyarakat, inklusi adalah masyarakat yang terbuka bagi semua orang tanpa kecuali, universal tanpa adanya perbedaan baik dalam segi suku, budaya, ras, agama dan ideologi.

Maka dari itu, dalam inklusi masyarakat kita dapat bertemu dan dapat melakukan interaksi sosial dengan pribadi-pribadi yang meiliki keunikan dan perbedaan tersendiri.

Keunikan dan perbedaan dapat dilihat dari etnik, agama, kepercayaan, warna tubuh, poster tubuh, status sosial ekonomi, latar belakang pendidikan, profesi dan jabatan, bahasa, tradisi, adat istiadat, karakteristik, dan masih banyak lagi perbedaan yang ditemukan.

Dalam konteks pendidikan, masyarakat inklusi dapat dilihat dalam kelas yang beragam dengan siswa-siswa yang unik dan berbeda.

Seorang guru kelas dianggap tahu dan harus memahami cara belajar dari setiap siswa-siswinya.

Ketika dikelas, ada siswa yang sulit belajar secara abstrak, maka guru harus mempunyai yanggung jawab untuk menyediakan dan menggunakan media pembelajaran yang konkrit untuk siswa tersebut.

Pengertian pendidikan Inklusi

beajar di sekolah inklusi
From : siedo.com

Pendidikan inklusi merupakan bentuk penyelenggaraan pendidikan yang bertujuan untuk menyatukan anak-anak yang berkebutuhan khusus dengan anak-anak normal pada umumnya.

Menurut pendapat Hildegun (Termansyah, 2007), pendidikan inklusi merupakan sekolah yang harus mengakomodasi semua anak tanpa memandang fisik, intelektual, sosial emosional, linguistik atau kondisi lainnya.

Semua itu mencangkup anak-anak yang penyandang cacat, berbakat, anak-anak jalanan, dan pekerja anak yang berasal dari populasi terpencil atau berpindah-pindah.

Anak yang berasal dari populasi etnis minoritas, linguistik atau budaya dan anak-anak dari area atau kelompok yang kurang beruntung dan termajinalisasi.

Pendidikan inklusi adalah sebuah pelayanan pendidikan bagi peserta didik yang mempunyai kebutuhan pendidikan khsus di sekolah reguler (SD,SMP,SMA dan SMK) yang tergolong luar biasa baik dalam arti kelainan, lamban belajar, maupun kesulitan belajar dan lain-lain.

Pendidikan inklusi adalah penempatan anak yang  memiliki kelainan ringan, sedang dan berat secara penuh di kelas. Hal tersebut menunjukkan bahwa kelas reguler merupakan tempat belajar yang releven bagi anak-anak yang memiliki kelainan apapun kelainan tersebut.

Kesimpulan dari pendidikan inklusi merupakan suatu pelayanan pendidikan untuk peserta didik yang berkebutuhan khusus tanpa memandang kondisi fisik, intelektual, sosial emosional, linguistik atau kondisi lainnya untuk bersama-sama mendapatkan pelayanan pendidikan disekolah reguler (SD, SMP, SMA dan SMK).

Baca juga : pengertian UMKM

Lalu, Apa Saja Tujuan Dari Pendidikan Inklusi Tersebut?

tujuan pendidikan inklusi
From : slideshare

Kalau kita sudah mengerti tentang pengertian inklusi alangkah baiknya kalau kita juga mengerti tujuan dari pendidikan inklusi itu apa?

Berikut penjelasannya!

Nah, secara umum pendidikan adalah usaha yang secara sadar dan terencana untuk dapat mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara efektif dapat mengembangkan potensi pribadinya.

Dan juga bisa menjadikan kekuatan spiritual seperti keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlaq mulia, dan ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (UU No 20 tahun 2003, pasal 1 ayat 1).

Oleh sebab itu, inti dari pendidikan inklusi adalah hal asasi manusia atas pendidikan.

Tujuan yang ingin dicapai dalam pendidikan inklusi meliputi tujuan langsung oleh anak, oleh guru, oleh orang tua dan oleh masyarakat.

Tujuan yang ingin dicapai oleh anak mengikuti kegiatan belajar diri sendiri inklusi antara lain sebagai berikut :

  • Perkembangan pada kepercayaan pada diri anak, merasa bangga pada diri sendiri atas prestasi yang diperolehnya.
  • Anak dapat belajar secara mandiri, dengan mencoba memahami dan menerapkan pelajaran yang diperolehnya di sekolah kedalam kehidupan sehari-hari.
  • Anak mampu berinteraksi secara efektif bersama teman-temannya, guru, dan masyarakat.
  • Anak dapat belajar untuk menerima adanya perbedaan, dan mampu beradaptasi dalam mengatasi perbedaan tersebut.

Tujuan yang ingin dicapai oleh guru-guru dalam pelaksanaan pendidikan inklusi antara lain sebagai berikut :

  • Guru akan memperoleh kesempatan belajar dari cara mengajar dengan menggunakan setting inklusi.
  • Terampil dalam melakukan pembelajaran kepada peserta didik yang memiliki latar belakang beragama.
  • Mampu mengatasi berbagai tantangan dalam memberikan layanan kepada semua anak.
  • Bersikap positif  terhadap orang tua, masyarakat, dan anak dalam situasi beragam.
  • Mempunyai peluang untuk menggali dan mengembangkan serta mengaplikasikan berbagai gagasan baru melalui komunikasi dengan anak dilingkungan sekolah dan masyarakat.

Tujuan yang akan dicapai bagi orang tua antara lain sebagai berikut:

  • Para orang tua dapat belajar lebih banyak tentang bagaimana mendidik dan membimbing anaknya lebih baik dirumah, dengan menggunakan teknik yang digunakan guru di sekolah.
  • Mereka secara pribadi terlibat,dan akan merasakan keberadaannya menjadi lebih penting dalam membantu anak untuk belajar.
  • Orang tua akan merasakan dihargai, merasa dirinya sebagai mitra sejajar dalam memberikan kesempatan belajar yang berkualitas kepada anaknya.
  • Orang tua mengetahui bahwa anaknya dan semua anak yang di sekolah, menerima pendidikan yang berkualitas sesuai dengan kemampuan masing masing individu anak.

4. Tujuan yang diharapkan dapat dicapai oleh masyarakat dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah yang ada di lingkungan

  • Masyarakat akan merasakan suatu kebanggaan karena lebih banyak anak mengikuti pendidikan di sekolah yang ada di lingkungannya.
  • Semua anak yang ada di masyarakat akan terangkat dan menjadi sumber daya yang potensial, yang akan lebih penting adalah bahwa masyarakat akan lebih terlibat di sekolah dalam rangka menciptakan hubungan yang lebih baik antara sekolah dan masyarakat.

Selanjutnya tujuan pendidikan inklusi, terbagi menjadi 3  bagian yaitu untuk anak yang memiliki kebutuhan khusus, bagi pihak sekolah, bagi guru, dan bagi masyarakat, lebih jelasnya adalah sebagai berikut:

1. Bagi anak yang memiliki kebutuhan khusus

  • Anak akan merasa menjadi bagian dari masyarakat pada umumnya.
  • Anak akan memperoleh bermacam-macam sumber untuk belajar dan tumbuh
  • Anak akan memperoleh kesempatan untuk belajar dan menjalin persahabatan bersama teman sebayanya.
  • Meningkatkan harga diri anak.

2. Bagi pihak sekolah

  • Memperoleh pengalaman untuk mengelola berbagai perbedaan dalam satu kelas.
  • Mengembangkan apresiasi bahwa setiap orang memiliki keunikan dan kemampuan yang berbeda yang satu  dengan yang lainnya.
  • Meningkatkan rasa empati pada keterbatasan anak dan kepekaan terhadap keterbatasan orang lain.
  • Meningkatkan kemampuan untuk menolong  dan mengajar semua anak dalam kelas.

3. Bagi Guru

  • Membantu guru untuk menghargai perbedaan pada setiap anak dan mengakui bahwa anak berkebutuhan khusus juga memiliki kemampuan.
  • Menciptakan kepedulian bagi setiap guru terhadap pentingnya pendidikan bagi anak yang memiliki kebutuhan khusus.
  • Guru akan merasa tertentangan untuk menciptakan metode-metode baru dalam pembelajaran dan mengembangkan kerjasama dalam memecahkan masalah.
  • Meredam kejenuhan guru dalam mengajar.

4. Bagi masyarakat

  • Meningkatkan kesetaraan sosial dan kedamaian dalam masyarakat.
  • Mengajarkan kerjasama dalam masyarakat dan mengajarkan setiap anggota masyarakat tentang proses demokrasi.
  • Membangun rasa saling mendukung dan saling membutuhkan antara anggota masyarakat.

Kesimpulan dari dua pendapat diatas adalah tujuan pendidikan inklusi yang ingin dicapai adalah tujuan bagi anak berkebutuhan khusus, bagi pihak sekolah, bagi guru, bagi orang tua dan bagi masyarakat.

Karakteristik Pendidikan Inklusi

karakteristik pendidikan inklusi
From : bisamandiri.com

Pendidikan inklusi memiliki karakteristik yang tergabung dalam beberapa hal seperti hubungan, kemampuan, pengaturan tempat duduk, materi belajar, sumber dan evaluasi.

Lebih jelasnya, simak berikut ini!

1. Hubungan

Memiliki hubungan yang ramah dan hangat, seperti untuk anak yang tuna rungu: guru selalu berada di dekatnya dengan wajah terarah pada anak dan tersenyum. Pendamping kelas atau orang tua memuji tuna rungu dan membantu lainnya.

2. Kemampuan

Kemampuan guru, peserta didik dengan latar belakang dan kemampuan yang berbeda serta orang tua sebagai pendampingnya.

3. Pengaturan tempat duduk

Pengaturan tempat duduk yang bervariasi seperti duduk membentuk kelompok lingkaran di lantai atau bisa juga duduk di bangku bersama-sama agar dapat melihat satu sama lainnya.

4. Materi belajar

Materi belajar dengan berbagai variasi untuk semua mata pelajaran, seperti pelajaran matematika disampaikan dengan melalui kegiatan yang lebih menarik, menantang dan juga menyenangkan.

Melalui permainan media seperti menggunakan poster dan wayang untuk pelajaran bahasa.

5. Sumber

Guru menyusun rancangan harian dengan melibatkan anak, seperti meminta anak membawa media belajar yang murah dan mudah didapat ke dalam kelas untuk bisa dimanfaatkan dalam pelajaran tertentu.

6. Evaluasi

Penilaian, observasi, portofolio yaitu anak akan dikumpulkan dalam waktu yang tertentu untuk memberikan penilaian.

Dalam pendidikan inklusi terdapat siswa yang normal dan ada juga siswa yang memiliki kebutuhan khusus.

Dalam rangka menciptakan manusia yang mampu berkembang dan memiliki ketrampilan secara optimal maka diberikan pembinaan dan didikan terhadap peserta didik agar dapat berkembang dengan seutuhnya.

4. Kurikulum Sekolah Inklusi

Apakah kurikulum pendidikan inklusi dengan pendidikan biasa sama?

Nah, kurikulum hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan anak tetapi selama ini adalah anak yang dipaksa untuk mengikuti kurikulum.

Maka dari itu, hendaknya kita memberikan kesempatan untuk menyesuaikan kurikulum dengan anak. Untuk memodifikasi kurikulum yang ada dalam pendidikan sekolah inklusi.

Modifikasi pertama yaitu mengenai pemahaman bahwa teori model itu selalu merupakan representasi yang disederhanakan dari realita yang kompleks.

Modifikasi yang kedua yaitu tentang aspek kurikulum yang secara khusus difokuskan dalam pembelajaran yang akan dibahas lebih banyak dalam praktek pembelajaran.

Kurikulum yang digunakan di sekolah inklusi adalah kurikulum anak normal (reguler) yang telah dimodifikasi atau disesuaikan dengan kemampuan awal dan karakteristik siswa.

Modifikasi dapat dilakukan dengan cara memodifikasi alokasi waktu, memodifikasi materi, memodifikasi sarana dan prasarana, memodifikasi lingkungan belajar dan juga dapat memodifikasi tempat belajar.

Dengan mengunakan metode kurikulum ini akan memberikan peluang terhadap setiap anak untuk mengaktualisasi potensi sesuai dengan bakat, kemampuan dan perbedaan pada setiap anak.

5. Assesmen

mewujudkan sekolah inklusi
From : twitter.com

Sebelum mulai menyusun program pembelajaran, guru harus mengetahui terlebih dahulu tentang level keberfungsiannya anak.

Apa sih assesmen itu?

Assesmen merupakan suatu proses upaya untuk mendapatkan sebuah informasi mengenai hambatan-hambatan dan kemampuan yang sudah dimiliki serta kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi.

Agar dapat dijadikan sebagai dasar membuat program pembelajaran sesuai dengan kemampuan individu anak.

Adapun  beberapa gejala yang dapat dijadikan petunjuk dalam mengenal anak secara dini antara lain sebagai berikut:

1. Berdasarkan kondisi fisik

Kondisi fisik juga dapat mencerminkan keadaan umum yang dimiliki oleh seorang anak, apakah anak dalam keadaan sakit, cacat, ataupun dalam kondisi fisik lainnya lemah baik disebabkan karena faktor psikologis maupun neorologis.

2. Berdasarkan tingkah laku

Tingkah laku mencerminkan kemampuan, pemahaman, pengetahuan,dan ketrampilan seseorang. Melalui tingkah laku kita dapat mengamati tingkah laku seseorang.

3. Berdasarkan keluhan

Biasanya anak yang bermasalah sering mengeluh, susah mengerjakan soal, malas belajar, marah-marah, pusing, sakit perut, atau pasif dalam rangsangan.

Dapat disimpulkan bahwa assesmen dalam sekolah penyelenggara pendidikan inklusi sangat diperlukan, karena di dalam sekolah tersebut di dalamnya terdapat siswa yang memiliki karakteristik dan kemampuan yang berbeda-beda.

Dengan melakukan observasi dengan pengamatan  keseharian yang didasarkan tingkah laku, kondisi fisik dan keluhan maka dapat dijadikan petunjuk apa yang harus dilakukan oleh guru.

Demikian penjelasan sedikit tentang pengertian inklusi semoga bermanfaat dan semoga kita semua dapat menghargai semua orang tanpa adanya perbedaan.

 

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: