pengertian konflik

Pengertian Konflik : Faktor Penyebab Konflik, Jenis Konflik dan Dampak Konflik

Apa yang dimaksud dengan konflik? Pengertian konflik dalam sosiologi adalah suatu proses yang terjadi akibat suatu proses antara dua individu atau suatu kelompok sosial yang mana masing-masing pihak berusaha untuk untuk menyingkirkan pihak lain demi mencapai tujuannya dengan cara memberikan perlawanan yang disertai dengan ancaman dan kekerasan.

Konflik sendiri berasal dari bahasa inggris, yaitu “conflict” yang mempunyai arti pertentangan atau perselisihan. konflik merupakan proses disosiatif dalam interaksi sosial yang terjadi karena setiap pihak masyarakat dalam masyarakat ingin mencapai tujuannya dalam waktu yang bersamaan.

Pengertian Konflik Menurut Para Ahli

Berikut adalah pengertian menurut para ahli agar lebih memahami apa arti konflik, maka kita dapat merujuk pada pendapat beberapa ahli sebagai berikut :

1. Taquiri dan Davis

Menurut Taquiri dan Davis, pengertian konflik adalah warisan kehidupan sosial yang terjadi dalam berbagai keadaan sebagai akibat dari bangkitnya keadaan ketidaksetujuan, kontroversi, dan pertentangan di antara dua pihak atau lebih secara terus-menerus.

2. Lewis A. Coser

Menurut Lewis A. Coser, arti konflik adalah perjuangan nilai atau tuntutan atas status dan merupakan bagian dari masyarakat yang akan selalu ada, sehingga apabila ada masyarakat maka akan muncul konflik.

3. Soerjono Soekanto

Soerjono Soekanto, mengemukakan bahwa pengertian konflik merupakan suatu keadaan pertentangan antara dua pihak untuk berusaha memenuhi tujuan dengan cara menentang pihak lawan.

4. Robbins

Menurut Robbins, arti konflik adalah proses sosial dalam masyarakat yang terjadi antara pihak berbeda kepentingan untuk saling memberikan dampak negatif, artinya pihak-pihak yang berbeda tersebut senantiasa memberikan perlawanana.

5. Alabaness

Menurut Alabaness, pengertian konflik adalah keadaan masyarakat yang mengalami kerusakan keteraturan sosial yang dimulai dari individu atau kelompok yang tidak setuju dengan pendapat dan pihak lainnya sehingga mendorong terjadinya perubahan sikap, prilaku, dan tindakan atas dasar ketidaksetujuannya.

Faktor Penyebab Konflik

Faktor penyebab konflik
from : Gurupendidikan.com

Konflik tidak akan terjadi begitu saja, pasti ada banyak faktor penyebab yang melatar belakanginya. Adapun beberapa faktor penyebab konflik adalah sebagai berikut:

1. Perbedaan Setiap Individu

Setiap individu di dalam suatu kelompok masyarakat pasti memiliki perbedaan pandangan, pendapat, dan cara berinteraksi. Hal ini sangatlah berpotensi menimbulkan terjadinya perselisihan yang kemudian akan menjadi penyebab suatu konflik.

2. Faktor Kebudayaan

Perbedaan latar kebudayaan di suatu masyarakat akan dapat menimbulkan terjadinya suatu konflik. Kebudayaan masing-masing daerah memiliki keunikan tersendiri dan dapat membentuk kepribadian seseorang.

Contohnya, perilaku dan cara berbicara orang Batak yang keras seringkali dianggap arogan dan suka marah oleh orang lain yang berbeda kebudayaan, misalnya orang Sunda.

3. Faktor Kepentingan

Setiap individu maupun kelompok di dalam suatu masyarakat memiliki beragam kepentingan masing-masing. Kepentingan tersebut biasanya terjadi pada bentuk ekonomi, sosial, maupun politik.

Perbedaan pandangan dan kepentingan di berbagai bidang kehidupan manusia merupakan faktor penyebab konflik yang sangat sulit untuk dihindari.

4. Interaksi Sosial

Kurangnya keharmonisan dalam hal interaksi sosial juga dapat menimbulkan terjadinya konflik di masyarakat. Ketidak harmonisan dalam interaksi sosial bisa disebabkan oleh berbagai faktor, misalnya sifat bawaan seseorang, kondisi ekonomi, kesenjangan sosial, kurang pendidikan, dan lain sebagainya.

5. Perubahan Sosial

Perubahan sosial dapat terjadi secara alami karena pada dasarnya manusia memang senantiasa mengalami perubahan. Dan perubahan sosial tersebut cukup sering menjadi faktor penyebab terjadinya suatu konflik di dalam masyarakat.

Baca juga : Managemen konflik

Jenis-Jenis konflik

jenis-jenis konflik
From: Yuksinau.com

Terdapat beberapa jenis konflik yang sering terjadi didalam suatu masyarakat. Melihat pada pengertian konflik di atas, berikut adalah macam-macam konflik adalah sebagai berikut:

1. Konflik Individu

Konflik pribadi merupakan konflik yang terjadi antara suatu individu dengan individu atau bisa jadi dengan kelompok masyarakat. Jenis konflik ini sangat sering terjadi di dalam keluarga, pertemanan, dunia kerja, dan lainnya.

2. Konflik Rasial

Konflik rasial adalah suatu konflik yang terjadi diantara dua ras atau lebih yang berbeda. Konflik rasioal akan terjadi ketika setiap ras merasa lebih unggul dan lebih mengutamakan kepentingan kelompoknya sendiri di atas kepentingan bersama.

3. Konflik Agama

Konflik agama adalah suatu konflik yang terjadi antara kelompok-kelompok yang memiliki perbedaan agama dan keyakinan berbeda. Sebagian besar masyarakat menganggap agama sebagai tuntunan dan pedoman hidupnya yang harus diikuti secara mutlak.

Sehingga apapun yang berbeda atau tidak sesuai dengan agamanya akan dianggap masalah dan kemudian memicu terjadinya konflik.

4. Konflik Antar Kelas Sosial

Adanya suatu pengelompokan kelas di dalam masyarakat sangat berpotensi menimbulkan terjadinya suatu konflik. Maka dari itu, perebutan dan upaya mempertahankan peran dan status di dalam suatu kelompok masyarakat seringkali menimbulkan konflik.

Misalnya kelompok kaya dan kelompok miskin/ menengah yang saling memperebutkan kekuasaan di dalam politik.

5. Konflik Politik

Konflik politik adalah suatu konflik yang terjadi karena adanya suatu perbedaan pandangan hidup didalam kehidupan politik. Konflik ini terjadi karena masing-masing kelompok ingin berkuasa terhadap suatu sistem pemerintahan.

6. Konflik Sosial

Konflik sosial adalah suatu konflik yang terjadi didalam suatu kehidupan sosial masyarakat. Misalnya Moral seperti masalah pergaulan, masalah ekonomi, komunikasi, dan lain-lain.

7. Konflik Internasional

Konflik internasional adalah konflik yang terjadi antar negara-negara di dunia, baik itu negara berkembang maupun negara maju. Konflik ini bisa terjadi karena salah satu negara merasa dirugikan oleh negara lainnya atau karena masing-masing negara ingin memperebutkan eksistensinya. Misalnya, perang dingin antara Rusia dan Amerika.

Dampak Konflik

Dampak konflik
From ; Materiku

Dalam suatu konflik yang terjadi dimasyarakat memiliki dua dampak yang terjadi diantaranya :

1. Dampak Negatif Konflik

Berikut adalah dampak-dampak negatif suatu konflik antara lain :

1. Hancurnya Kesatuan dan Kesatuan dalam Stuktur Kemasyarakatan

Dampak yang pertama dirasakan tentu adalah kehancuran rasa persatuan dan kesatuan dalam struktur kemasyarakatan. Dampak ini akan sangat terasa terutama ketika konflik yang ditimbulkan karena adanya suatu pertikaian antar kelompok atau golongan.

Semakin banyak jumlah individu yang terlibat dalam konflik maka dampak terhadap keretakan dan kehancuran pada persatuan dan kesatuan juga akan semakin besar.

Kondisi ini juga, jika tidak segera di tangani maka akan dapat mengarah pada kesatuan dalam kehidupan bernegara.

2. Perubahan Kepribadian dalam Diri Individu

Dampak yang akan sangat terasa oleh suatu individu yang berkonflik adalah adanya perubahan kepribadian. Dalam hal itu, seorang individu yang terlibat dalam suatu konflik akan mempengaruhi psikologis dan sifatnya.

Dimana ia akan cenderung menjadi sedikit arogan dan emosional. Karena pada dasarnya individu yang terlibat konflik akan merasa harus menjadi pihak yang paling benar dan memenangkan konflik.

Karenanya tidak jarang menghalalkan segala cara agar dapat mencapai tujuan tersebut. Hal ini tentu saja dapat merubah kepribadian individu secara drastis.

3. Jatuhnya Korban Jiwa dan Kerugian Harta Benda

Dampak yang sangat negatif dan merugikan bagi masyarakat yang berkonflik adalah tentu konflik yang pada akhirnya akan ada jatuhnya suatu korban jiwa serta juga kerugian harta dan benda.

Konflik yang berawal dari kecil kemudian menjelma menjadi konflik besar yang menyebabkan beberapa pihak menghalakan jalan kekerasan demi mencapai tujuan.

Tentunya dalam hal masyarakat yang paling dirugikan. Tidak hanya pihak yang ikut terlibat tetapi semua lapisan masyarakat sipil dapat menjadi korban dari konflik yang berkecamuk.

4. Munculnya Dominasi Atas Kelompok Pemenang Terhadap yang Kalah

Pada akhirnya konflik akan selesai saat ada pihak yang meraih kemenangan dari yang lahir. Dampaknya sudah dapat diprediksi dimana kelompok yang menang pasti akan mendominasi dan tidak jarang mendiskriminasi kelompok yang kalah.

Maka dari itu, hal ini merupakan masalah baru yang akan ditimbulkan dari pasca terjadinya konflik. Banyak sudah konflik lanjutan yang kemudian terjadi karena kondisi seperti poin ini. Pihak yang kalah pasti akan menyusin berbagai cara untuk dapat lepas dari cengkraman dominasi kelompok pemenang.

Tinggal menunggu waktu saja konflik dan pertikaian akan terjadi lagi. Pada akhirnya kondisi ini akan terus berlanjut hingga salah satu kelompok manusia yang berkonflik punah atau binasa.

5. Terganggunya Stabilitas Ekonomi

Dampak negatif konflik yang selanjutnya ialah, terganggunya stabilitas ekonomi. Mengapa hal ini dapat terjadi. Penyebab utamanya ialah bahwa pada wilayah yang berkonflik maka transaksi perekonomian tidak akan berjalan sebagaimana mestinya.

Mengingat ketidak stabilan keamanan dan bisa menyebabkan pecahnya kerusuhan kapan saja. Maka setiap orang akan membatasi diri beraktifitas di luar rumah, minat belanja, rekreasi dan aktivitas lainnya akan turun secara drastis.

Selain itu, pemilik toko akan menutup toko dan tempat usahanya untuk menghindari terjadinya kerusuhan dan pengerusakan. Pada akhirnya perekonomian disuatu wilayah akan benar-benar mati jika konflik tidak segera di tangani.

6. Mengancam Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Hal yang paling krusial ialah dampak konflik yang akan menimbulkan terancamnya persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa. Faktanya bahwa kondisi ini dapat terjadi pada semua negara majemuk termasuk juga indonesia.

Karena keberagaman agama dan akibat konflik sara, penyebab konflik sara merupakan sesuatu yang sangat mudah untuk digoreng. Sehingga akhirnya masyarakat tidak lagi bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah dan mengklaim dirinyalah yang paling benar.

Kemudian kondisi ini dimanfaatkan oleh kelompok yang ingin memecah persatuan yang telah dijalin selama ini. Maka tidak menutup kemungkinan kondisi ini akan menyebabkan kehancuran sebuah negara berada didepan mata.

7. Adanya Pihak yang Melakukan Provokasi sehingga Melibatkan Banyak Pihak Terseret Konflik

Sebagaimana poin yang dijelaskan sebelumnya bahwa, konflik dapat menyebabkan individu atau kelompok menjadi mudah terprovokasi. Padahal belum tentu apa yang disampaikan merupakan sebuah fakta.

Namun, pada kenyataanya ada saja yang memanfaatkan kondisi ini untuk semakin memperkeruh suasana. Selain itu juga, mereka akan berusaha untuk mengajak lebih banyak pihak dalam sebuah konflik.

Sehingga tentunya konflik akan semakin banyak dan meluas serta dampak yang akan ditimbulkan juga semakin besar. Pada saat inilah ketegasan pemerintah di uji untuk segera memberantas pihak-pihak yang membahayakan kesatuan kehidupan bernegara.

8. Masyarakat Merasa Terancam karena Stabilitas Keamanan Terganggu

Dampak negatif dari suatu konflik tidak hanya akan dirasakan masyarakat yang terlibat. Namun, juga masyarakat sipil atau masyarakat biasa yang sama sekali tidak berada dalam konflik. Suatu wilayah konflik akan membuat masyarakat menjadi ketakutan dan terancam.

Kondisi ini terjadi karena konflik yang terjadi secara tidak langsung akan berpengaruh pada stabilitas keamanan sebuah wilayah. Masyarakat akan didera ketakutan, dan membatasi aktivitas di luar.

Anak-anak tidak akan leluasa bermain di luar rumah. Tentu bisa anda bayangkan bukan bagaimana kondisi yang akan terjadi berikutnya, mungkin bisa dibilang hampir seperti kota mati.

9. Menganggu Jalannya Roda Pemerintahan

Konflik yang memakan waktu panjang juga akan dapat mengganggu jalannya roda pemerintahan. Kritik masyarakat terhadap pemerintah untuk serta mengambil sikap atas konflik yang terjadi. Akan membuat pemerintah memfokuskan pada hal tersebut, sehingga tentunya fokus pemerintah akan terganggu pada kegiatan yang lainnya.

Dalam kondisi ini juga, pemerintah menjadi pihak yang paling disalahkan dan dikritik karena dianggap tidak becus mengendalikan kondisi dan situasi. Sehingga ada suatu kemungkinan dunia internasional juga akan menyorotinya.

10. Timbul Kerusuhan dan Kekerasan

Dampak negatif konflik yang terakhir adalah kondisi yang tidak dapat dihindari akan terjadi yakni, kerusuhan dan kekerasan di masyarakat.

Konflik yang semakin parah bisa membuat beberapa pihak menggunakan jalan kekerasan untuk mencapai tujuan. Dan sudah bisa ditebak apa yang akan terjadi ada aksi saling balas dengan kekerasan juga. Bahkan tidak jarang menggunakan senjata yang mematikan.

Bahkan sifatnya mematikan secara massal seperti bom. Mereka tidak memandang lagi mana pihak yang terlibat atau tidak dan cenderung membabi buta melakukan tindak kekerasan.

Dampak Positif Konflik

Selain memiliki dampak negatif konflik juga memiliki dampak positif diantaranya :

1. Tingkat Energi Kelompok atau Individu Meningkat

Tingkat energi yang meningkat dapat terlihat sewaktu orang-orang berbicara dengan nada lebih keras, mendengar lebih cermat apa yang diucapkan atau bekerja lebih keras. Dua di antara manfaat yang dicapai oleh organisasi-organisasi dari tingkat-tingkat energi yang meningkat, yaitu:

a. Output yang meningkat

b. Munculnya ide-ide inovatif untuk melaksanakan tugas-tugas lebih baik.

2. Kohesi Kelompok Meningkat

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa bila kelompok-kelompok yang terlibat dalam sebuah konflik maka kohesi (persatuan) internal meningkat.

Alasan mengapa kohesi yang meningkat dianggap sebagai hasil positif dari konflik adalah karena kelompok-kelompok dengan kohesif tinggi dapat menimbulkan produktivitas tinggi apabila mereka menunjang tujuan-tujuan manajemen.

3. Problem-Problem Terungkapkan

Sewaktu konflik berkembang, pihak manajemen segera melihat bahwa ada sesuatu yang tidak beres, dan mereka dapat merancang untuk menyelesaikan konflik yang ada.

Apabila dua kelompok berselisih paham tentang sesuatu, sedangkan hal tersebut tidak pernah dijelaskan, maka mereka akan bekerja pada tingkat efektivitas yang lebih rendah tanpa pimpinan yang bersangkutan memahami mengapa hal tersebut terjadi.

4. Memberi Motivasi

Konflik memotivasi suatu kelompok yang terlibat didalamnya untuk mengklarifikasi sasaran-sasaran mereka. Hal tersebut menyebabkan ditingkatkannya pemahaman kelompok tentang tujuannya.

5. Merangsang Kelompok Mempertahankan Nilai

Konflik merangsang kelompok-kelompok untuk mempertahankan nilai-nilai yang dianggap penting oleh mereka. Berbagai macam kelompok memandang diri mereka sebagai pelindung nilai-nilai tertentu.

6. Memotivasi Individu

Setiap individu atau kelompok termotivasi untuk mempersatukan informasi yang relevan bagi konflik yang ada. Walapun informasi demikian terpengaruh (bias) oleh persepsi-persepsi subjektif pihak-pihak yang terlibat dalam konflik, biasanya disajikan informasi tambahan yang dapat berguna untuk menyelesaikan problem yang dihadapi.

7. Meningkatkan Efektivitas Organisasi

Konflik dapat meningkatkan terjadinya efektivitas menyeluruh sesuatu organisasi karena kelompok-kelompok atau individu-individu dipaksa olehnya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan eksternal yang berubah.

Selain itu, bermanfaat untuk menunjukkan kepada semua pihak bahwa lingkungan senantiasa mengalami perubahan dan organisasi yang bersangkutan harus mengubah cara-caranya bekerja untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan tersebut.

Demikian semoga ringkasan pengertian konflik diatas semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan untuk kalian semua. Terimakasih.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: