Pengertian Tradisi, Tujuan, Fungsi, Penyebab dan Contoh Tradisi

Pengertian Tradisi – Kalau mendengar kata tradisi kata ini sudah terasa tidak asing lagi ya, Tetapi apa sih sebenarnya tradisi itu?

Pengertian tradisi berasal dari kata “Traditium” yang memiliki makna sesuatu yang telah diwarisi dari masa lalu. Tradisi merupakan hasil ciptaan atau karya manusia sebagai objek material, insiden, atau suatu lembaga yang telah diwariskan dari suatu generasi ke generasi selanjutnya.

Contohnya: adat istiadat, kesenian, dan properti yang dipakai. Sesuatu yang telah diwariskan yang harus diterima, dihargai, di asimilasi atau disimpan sampai mati.

Tradisi merupakan segala sesuatu yang disalurkan atau sesuatu yang diwariskan dari masa lalu ke masa kini atau masa sekarang.

Dalam artian sempit tradisi merupakan warisan-warisan sosial khusus yang memenuhi syarat saja yaitu tetap bertahan hidup dimasa kini, yang ikatanya masih hidup sampai sekarang ini.

Kalau dilihat dari aspek benda materialnya tradisi merupakan benda material yang menunjukkan dan mengingatkan yang berkaitan khusus dengan masa lalu. Seperti contoh : Candi, Puing Kuno, Kereta Kencana, dan sejumlah benda-benda peninggalan lainnya, yang sudah jelas termasuk ke dalam pengertian tradisi.

Pengertian Tradisi Menurut Para Ahli

pengertian tradisi
From ; Blogspot.com

Agar kita lebih memahami tentang pengertian tradisi mari kita simak pengertian tradisi menurut para ahli berikut ini:

1. Menurut imtima:2007

Tradisi adalah rumusan, cara, atau konsep yang pertama kali lahir yang dipergunakan oleh banyak orang pada masanya.

2. Menurut M Abed Al Jabri:2000

Tradisi adalah segala sesuatu yang diwarisi manusia dari orang tuanya, baik itu yang jabatan, harta pusaka maupun keningratan.

3. Menurut WJS Poerwadaminto (1976)

Tradisi adalah seluruh sesuatu yang melekat pada kehidupan dalam masyarakat yang dijalnakan secara terus menerus, seperti: adat, budaya, kebiasaan dan kepercayaan.

4. Menurut Soerjono Soekamto (1990)

Tradisi adalah suatu kegiatan yang di jalankan oleh sekelompok masyarakat dengan secara berulang-ulang.

5. Menurut Bastomi (1984:14)

Tradisi adalah dari sebuah kebudayaan, dengan tradisi sistem kebudayaan akan menjadi kokoh. Apabila tradisi dihilangkan maka terdapat harapan suatu kebudayaan akan berakhir saat itu juga.

6. Menurut Van Reusen (1992:115)

Tradisi adalah suatu norma adat istiadat, kaidah-kaidah, harta-harta. tetapi tradisi bukan suatu yang tidak dapat diganti. Tradisi justru perpaduan dengan berbagai perbuatan manusia dan diangkat dalam keseluruhannya.

7. Menurut Ensiklopedia

Tradisi adalah sesuatu hal yang telah dilakukan sejak lama dan terus menerus menjadi bagian dari kehidupan kelompok masyarakat hingga sekarang.

8. Menurut Shils (1981:12)

Tradisi adalah segala sesuatu yang disalurkan maupun diwariskan dari masa lalu ke masa kini. Kriteria tradisi dapat lebih dibatasi dengan mempersempit cakupannya.

9. Menurut Piotr Sztompka (2011:69-70)

Tradisi adalah keseluruhan benda material dan ide yang bersumber dari masa lalu, tetapi benar-benar masih terdapat kini, belum dihancurkan, dirusak maupun dilupakan.

10. Menurut KBBI

Tradisi adalah adat istiadat yang turun temurun dari nenek moyang yang sudah dilaksanakan oleh masyarakat; penilaian maupun anggapan bahwa cara-cara yang sudah ada adalah yang paling baik dan benar.

11. Menurut Coomans, M (1987:73)

Tradisi adalah suatu gambaran perilaku dan tingkah laku manusia yang telah berproses dalam waktu lama dan dijalankansecara turun temurun dimulai sejak dari nenek moyang.

12. Menurut Wikipedia

Wikipedia mengartikan tradisi adalah suatu kebiasaan adalah sesuatu yang telah dilakukan untuk sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat, biasanya dari suatu negara, kebudayaan, waktu atau agama yang sama.

13. Menurut Funk dan Wagnalls

Tradisi adalah suatu pengetahuan, doktrin, istiadat, praktek dan lain-lain yang dimengerti sebagai pengetahuan yang sudah diwariskan secara turun-temurun oleh nenek moyang termasuk cara menyampaikan pengetahuan dan istiadat tersebut.

14. Menurut Hasan Hanafi

Tradisi adalah semua warisan masa lampau yang masuk pada kita dan masuk kedalam kebudayaan yang sekarang masih berlaku.

15. Menurut Mardimin

Tradisi adalah suatu istiadat yang turun temurun sejak dari nenek moyang dalam suatu masyarakat dan sebagai kebiasaan istiadat dan kesadaran kolektif sebuah masyarakat.

16. Menurut Khazanah Bahasa Indonesia

Tradisi menurut Khasanah Bahasa Indonesia adalah segala sesuatu seperti adat, kebiasaan, ajaran, dan sebagainya, yang turun temurun dari nenek moyang.

17. Menurut Ensiklopedia

Tradisi adalah adat “istiadat” dari sebuah masyarakat yang telah menjalankan secara turun menurun sejak dari nenek moyang.

18. Menurut Cannadine

Tradisi adalah lembaga baru didasari dengan daya pikat kekunoan yang melanggar zaman, namun menjadi karya yang mengagumkan.

19. Menurut Harapandi Dahri

Tradisi adalah suatu istiadat yang teraplikasikan secara terus-menerus dengan beraneka macam simbol dan aturan yang berlaku pada sebuah kelompok.

Baca juga : Pengertian Westernisasi

Tujuan Tradisi

Tujuan adanya tradisi yang di miliki oleh masyarakat adalah untuk membuat hidup manusia kaya akan budaya dan nilai-nilai yang bersejarah. Selain itu, adanya tradisi kehidupan akan menjadi harmonis.

Karena semua itu merupakan wujud manusia yang memiliki sifat menghargai, menghormati, dan menjalankan suatu tradisi secara baik, benar dan sesuai dengan aturan.

Fungsi Tradisi

fungsi tradisi
From : Ilmusosial.info

Adapun fungsi-fungsi tradisi adalah sebagai berikut:

1. Sebagai Penyedia Fragmen Warisan Historis

Tradisi berfungsi sebagai penyedia fragma warisan historis yang kita anggap bermanfaat. Tradisi yang seperti onggokan dan material yang digunakan orang dalam melakukan suatu tindakan untuk membangun masa depan berdasarkan pengalaman masa lalu.

Contoh peranan yang harus kita teladani yaitu seperti “tradisi kepahlawanan, kepemimpinan karismatik, dan sebagainnya”.

2. Sebagai Pemberi Legitimasi Pandangan Hidup

Tradisi berfungsi sebagai pemberi legitimasi pandangan hidup, keyakinan, pranata, dan juga aturan yang sudah ada. Semua itu akan membutuhkan pembenaran agar dapat mengikat semua anggotanya.

Seperti contoh wewenang seorang Raja yang disahkan oleh tradisi dari seluruh tradisi yang dulu.

3. Sebagai Penyedia Simbol Identitas Kolektif

Fungsi tradisi yaitu menyediakan simbol identitas kolektif yang dapat meyakinkan, memperkuat loyalitas primodial kepada bangsa, komunitas maupun kelompok.

Seperti contoh tradisi nasional dengan lagu, bendera, emblem, mitologi, ritual umum dan sebagainya.

4. Sebagai Tempat Pelarian

Fungsi tradisi juga sebagai tempat pelarian dari keluhan, ketidakpuasan, dan kekecewaan kehidupan modern. Tradisi yang mengesankan masa lalu yang lebih bahagia, menyediakan sumber pengganti kebanggaan jika masyarakat berada dalam krisis.

Tradisi kedaulatan dan kemerdekaan dimasa lalu dapat membentuk suatu bangsa untuk bertahan hidup ketika berada dalam masa penjajahan.

Tradisi kehilangan kemerdekaan, cepat atau lambat akan dapat merusak tirani atau kediktatoran yang tidak berkurang di masa sekarang.

Macam-Macam Tradisi

macam-macam tradisi
From : Thoufikhurohman.com

Berikut beberapa contoh tradisi yang ada di Indonesia:

1. Balimau

Tradisi balimau biasanya dilakukan oleh masyarakat Sumatera Barat untuk menyambut bulan suci ramadhan. Balimau dalam bahasa Minangkabau yang memiliki arti mandi disertai keramas. Tradisi balimau merupakan lambang pembersihan diri sebelum mulai berpuasa.

Balimau juga dilaksanakan dengan cara beramai-ramai. Dapat dilakukan di sungai, danau ataupun kolam. Siapapun dapat mengikuti, dari yang mudah sampai yang tua, laki-laki ataupun perempuan.

2. Ritual Tiwah

Di Kalimantan Tengah terdapat tradisi khusus yang dilakukan untuk orang yang sudah lama meninggal yaitu ritual tiwah. Upacara Tiwah tersebut biasa dilakukan oleh suku Dayak untuk pengantaran tulang orang yang sudah meninggal ke sebuah rumah yang disebut Sandung.

Ritual tiwah ini biasanya ditujukan untuk meluruskan perjalanan arwah menuju Lewu Tatau atau surga. Selain itu, ritual ini juga bertujuan untuk melepaskan kesialan bagi keluarga yang sudah ditinggalkan.

3. Tabuik

Tabuik berasal bahasa Arab yang memiliki arti kata tabut atau mengarak. Tradisi tabuik biasanya dilakukan oleh masyarakat di Pantai Barat, Sumatera Barat. Upacara tabuik ini diadakan setiap hari Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram.

Upacara tradisi tabuik merupakan simbol dan bentuk ekspresi rasa duka yang mendalam dan rasa hormat umat Islam di Pariaman terhadap cucu Nabi Muhammad SAW.

4. Makan Kue Apem

Makan kue apem biasanya digunakan oleh masyarakat Surabaya sebagai penanda datangnya bulan puasa. Kue apem merupakan kata yang berasal dan dipercaya dari kata “afwan” dari bahasa Arab yang berarti Maaf.

Jadi secara simbolis makan kue apem bisa diartikan sebagai memohon maaf kepada keluarga, sanak saudara, dan teman.

Setelah memakan kue apem orang berkumpul dan bersalaman saling meminta maaf dan dilanjutkan dengan acara tahlilan.

5. Dugderan

Tradisi dugren merupakan tradisi seperti pasar malam yang dilakukan oleh masyarakat Semarang. Para pedagang menjual berbagai macam barang, mulai dari mainan anak hingga pakaian. Selain itu, ada juga bentuk hiburan seperti komedi putar.

Masyarakat Semarang biasanya dipercaya sebagai gabungan dari kata “Dug” (suara bedug) dan “der” (suara meriam). Bedug dan meriam jaman dulu digunakan untuk menandai datangnya bulan suci ramadhan.

Dilakukannya dugderan biasanya dimulai pada seminggu sebelum puasa dan berakhir tepat satu hari sebelum puasa dimulai.

6. Meugang

Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat Aceh. Tradisi ini dilakuakan dengan menyembelih seekor kerbau dan dagingnya dimakan menjelang masa puasa.

Warga Aceh bisa membeli kerbau ini dengan cara patungan. Kegiatan Meugang ini tidak hanya diadakan sebelum hari raya Idul Fitri saja, tapi juga saat hari raya Idul Adha.

Penyebab Perubahan Tradisi

Perubahan tradisi dapat juga berubah disebabkan karena adanya banyak faktor diantaranya seperti adanya benturan antara tradisi yang satu dan tradisi lain dalam masyarakat tertentu.

Perubahan tradisi dari segi kuantitatifnya terlihat dari jumlah penganut atau pendukungnya. Rakyat dapat ditarik untuk mengikuti tradisi tertentu dan selanjutnya akan mempengaruhi semua rakyat satu negara atau bahkan bisa mencapai skala global.

Perubahan tradisi dari segi kualitatifnya dapat dilihat dari perubahan kadar tradisi, gagasan, simbol dan nilai tertentu ditambahkan dan yang lain dibuang.

 

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: