teknik pointilis

Teknik Pointilis [Pengertian, Jenis, Sejarah, Karakter Beserta Contohnya]

 

Teknik pointilis – Teknik pointilis merupakan salah satu metode dari sekian banyaknya teknik menggambar. Pada umumnya metode ini memakai sekumpulan titik- titik kecil yang digunakan untuk membuat suatu gambar ataupun lukisan.

Pengertian Pointilis

 

Pointilis merupakan suatu metode menggambar yang sangat unik berbeda dengan metode yang digunakan untuk melukis pada umumnya. Pointilis adalah suatu aliran menggambar yang menitik beratkan pada pemakaian titik kecil ataupun sapuan kuas buat menghasilkan atau membentuk suatu foto.

Kerapatan penataan titik kecil ini berfungsi untuk memastikan hitam cerah dari sesuatu objek agar nampak pejal (memiliki kesan 3 dimensional).

Titik- titik kecil yang dibuat dengan sedemikian rupa sehingga corak yang muncul bisa bercampur secara visual (penglihatan) sehingga akan menghasilkan kesan yang halus.

Pointilis mencakup aplikasi cat dalam wujud titik- titik kecil dengan corak yang murni serta tidak tercampur. Bagi Seurat serta Signac, metode ini hendak membuat motif yang terdapat dibaurkan oleh mata pengamat serta hasilnya hendak lebih luar biasa daripada mengombinasikan corak terlebih dulu pada palet, semacam metode yang telah biasa digunakan.

Walaupun metode pointilis ini telah banyak yang memahami, tetapi masih terdapat sebagian pihak yang masih bimbang membedakan antara pointilisme, divisionisme, kubisme serta style lukisan lama.

Sementara itu perbedaannya ialah metode pointilisme ini memakai titik- titik kecil bagaikan faktor utama dalam melukis, sebaliknya style lukisan lain memakai faktor garis ataupun guratan kuas.

Dengan metode pointilis, seniman bisa mengekspresikan karya mereka secara realistis dengan metode pemilihan corak dan peletakan titik- titik renggang atapun rapat. Dimana dibagian titik tersebut sangat rapat, rupanya hendak semakin pekat serta terus menjadi nampak bayangannya.

Sebaliknya ditempat yang titiknya berjauhan, corak hendak nampak lebih cerah sebab lebih banyak bagian putih kosong.

Baca juga: jenis-jenis sulaman

Nah, Apa sih Sebenarnya Pointilisme itu?

 

Piontilisme merupakan salah satu wujud karya seni, tetapi jauh lebih baik diamati dari sebagian dibanding jarak dekat. Pengamatannya juga tidak biasa, dibanding dengan pengamatan pada karya tulis biasanya yang terbuat memakai guratan kuas.

Sehingga, pada pointilis terus menjadi jauh posisi kita dalam mengamati hasil lukisan, hingga lukisan itupun terus menjadi nampak lebih indah.

Sejarah Teknik Pointilis

Pointilis adalah salah satu sebuah gerakan neo-impresionisme, dengan kata lain pointilis yang berada jauh dari impresionisme.

Menurut Sejarah teknik pointilis ialah suatu metode lukisan di mana tersusun/ tercipta dari titik kecil, titik- titik yang berbeda dari corak diterapkan dalam pola buat membentuk suatu foto. Georges Seurat meningkatkan metode ini pada tahun 1886, yang bercabang dari Impresionisme.

Para Pointillisme Sebutan ini awal kali diciptakan oleh kritikus seni di akhir 1880-an buat mengolok-olok karya- karya para seniman, serta saat ini dipakai tanpa konotasi tadinya mengejek nya.

Metode ini tergantung pada keahlian mata serta benak buat menggabungkan corak bercak. Perihal ini terpaut dengan divisionisme, suatu varian yang lebih teknis dari tata cara ini.

Divisionisme berkaitan dengan teori corak, sebaliknya pointilis lebih difokuskan pada style khusus sapuan kuas yang digunakan buat mempraktikkan cat. Ini ialah metode dengan praktisi sungguh- sungguh, serta ini paling utama nampak dalam karya- karya Seurat, Signac serta Cross. Tetapi, amati pula Andy Warhol‘ s karya dini, serta pop art.

Praktek Pointillism ini sangat berlawanan dengan tata cara tradisional melamin penggabungan pada palet. Pointilis merupakan analog dengan 4 corak CMYK proses pencetakan yang digunakan oleh sebagian printer corak serta menekan besar tempat titik-titik Cyan (biru), Magenta (merah), Kuning, serta Key (gelap).

Tv serta monitor pc memakai metode yang sama buat mewakili foto dengan corak Merah, Hijau, serta Biru (RGB) corak.

Neuroplastisitas merupakan sesuatu elemen kunci dari mengamati tiap foto pointillistic. Sedangkan 2 orang hendak mengamati gambar yang sama mencerminkan dari foto-foto atau gambar yang realistis, seorang yang pikirannya sudah dipikirkan dengan teori pointilis hendak memandang gambar berbeda semacam yang ditafsirkan dalam korteks visual.

Apabila biru, serta hijau lampu merah (yang primary aditif) digabungkan, hasilnya hendak jadi suatu yang dekat dengan sinar putih (amati Prisma (optik)).

Lukisan secara inheren subtraktif, tetapi corak pointillist ini umumnya nampak lebih cerah daripada corak khas subtraktif kombinasi.

Ini bisa jadi sebagian sebab pencampuran subtraktif dari melamin dihindari, serta sebagian lagi sebab sebagian kanvas putih bisa jadi menampilkan antara titik-titik yang telah diterapkan.

Metode melukis yang dipakai buat corak pointillist ini hasil dari penggabungan dengan mempertaruhkan dari sapuan kuas tradisional yang dipakai buat menggambarkan tekstur.

Kebanyakan pointilis diusahakan dalam cat minyak. Apa saja dapat dipakai sesungguhnya, contohnya drawing pen, namun minyak yang lebih disukai.

Teknik Pointilisme

Pointilis mendeskripsikan sebuah teknik dimana ratusan bahkan ribuan titik-titik kecil diaplikasikan pada kanvas, atau permukaan lain untuk menciptakan suatu bentuk.

Teknik ini bersandarkan pada kemampuan mata dan pikiran pengamat untuk menggabungkan semua titik-titik menjadai rangkaian sebuah warna. Teknik pointilis juga merupakan kebalikan dari metode tradisional yang mencampurkan warna pada palet terlebih dahulu, kemudian mengoleskannya pada permukaan kanvas.

Lalu, apa sih perbedaan antara “Dotted dan Pointilis”?

Satu-satunya perbedaan antara kedua istilah ini yaitu :

  • Istilah pointilis lebih banyak digunakan dikalangan sejarawan, penikmat, dan kolektor seni.
  • Sedangkan “dotted art” merupakan istilah yang lebih awam. “Dotted art” merupakan istilah yang banyak digunakan diantara kalangan seniman non-professional dan ada banyak karya seni lain yang termasuk dotted art.

Selain perbedaan konteks ini, tidak ada perbedaan lain yang bisa ditemukan antara pointilis dan dotted art.

Meskipun kedengarannya sederhana namun pointilis bukan merupakan teknik yang mudah untuk dikuasai. Pada saat ini, tidak banyak seniman yang mau menggunakan teknik pointilis ini. Para seniman modern lebih suka menggunakan warna-warna yang sudah ada dari palet yang tersedia.

Sekarang, pointilisme sudah dapat diterima luas oleh masyarakat dan tidak lagi memiliki konotasi yang negative seperti pada jaman dahulu. Gambar atau lukisan pointilis inipun menjadi sebuah inspirasi di dalam teknologi fotografi dan layar warna saat ini, seperti layar LCD misalnya.

Pada LCD warna yang ada tidak digabungkan secara langsung, namun dengan cara mendekatkan tiga bintik warna. Warna merah, hijau dan biru dengan komposisinya yang ada masing-masing sehingga nantinya akan menghasilkan warna baru lagi.

Karakter dan Ciri-Ciri Teknik Pointilisme

Pada dasarnya didalam komposisi lukisan pointilis subjek serta modul, tidak sangat jadi atensi. Seluruh yang ada pada lukisan pointilis, tentang foto yang dihasilkan. Umumnya lukisan pointilis lebihbanyak menggunkan media cat minyak. Tetapi, terdapat sebagian karya yang ialah pengecualian, serta sangat tidak sering ditemui.

Lukisan ataupun cerminan pada metode pointilis ini sanggup memanipulasi ketidak sensitifan orang yang memandang ataupun menikmatinya, dalam mempelajari suatu perinci yang terdapat pada sekumpulan titik.

Lukisan yang menggunkan metode pointilis ini sanggup membagikan kesan keberadaan corak ataupun bidang yang baru. Umumnya corak yang tidak tercantum ataupun corak primer terbuat serta dibangun sedemikian rupa secara visual dengan mendekati corak primer.

Hasil dari lukisan ini bisa mengacu pada satu corak saja ataupun mengacu pada corak gelap putih saja, serta dampak yang ditimbulkan dari terdapatnya perbandingan kerapatan titik, bisa menghasilkan halusinasi gradasi corak.

Identitas lukisan pointilisme bagaikan berikut:

  1. Dikala memandang dari jarak dekat hendak nampak corak terang, ini bisa tersusun dari banyak titik- titik kecil yang bercorak hijau, biru serta kuning.
  2. Dalam lukisan pointilisme, bisa jadi kita memandang panorama alam warna- warni yang ialah panduan bermacam berbagai motif terang.
  3. Setelah itu kumpulan titik- titik corak primer yang menciptakan corak lebih terang dibanding dikala pelukis mengombinasikan corak pada palet yang setelah itu digunakan melukis. Kanvas putih di antara titik- titik bisa tingkatkan dampak.
  4. Dengan mengganti campuran titik- titik corak primer, seniman pointilis menghasilkan ilusi kalau mereka menggunkan banyak corak.

Jenis-Jenis Teknik Pointilis

Berikut merupakan jenis-jenis teknik pointilis antara lain:

A. Pointilisme Hitam Putih

Pointilisme bisa pula digunakan buat menghasilkan lukisan yang bercorak gelap putih. Dengan memakai titik- titik gelap serta putih, bisa menciptakan foto yang dinamis. Metode pointilisme gelap putih ini biasa diucap bagaikan stippling.

B. Pointilisme Modern

Gambar- gambar yang terdapat di majalah serta pesan berita dicetak dengan tata cara yang mirip pointilisme. Titik-titik kecil dari 3 ataupun 4 corak menghasilkan ilusi suatu foto mempunyai foto corak lain.

Layar elektronik pada Televisi ataupun LCD memakai metode yang sama. Layar menunjukkan titik ataupun pixel merah, biru, serta hijau pada keseriusan yang berbeda.

Lalu mata serta otak menafsirkan kumpulan titik- titik ini bagaikan foto dengan bermacam corak. Tiap foto di Photoshop, koran serta majalah ialah bermacam pelaksanaan pointilisme modern.

Langkah-Langkah Menggambar dengan Teknik Pointilis

Menggambar dengan teknik pointilis tentunya memiliki langkah-langkah yang arus dilakukan, Adapun langkah-langkah tersebut antara lain adalah:

1. Persiapkan Peralatan Menggambar Pointilis

Saat sebelum Kamu menggambar metode pointilis ini, terlebih persiapkan perlengkapan serta peralatan yang diperlukan, semacam:

  • Pensil
  • Bolpoin
  • Kuas
  • Spidol
  • Kertas menggambar ataupun kertas kosong
  • Penghapus
  • Rautan
  • Penggaris
  • Cat

2. Tentukan Objek yang Hendak Dibuat

Buat mengawali menggambar, langkah awal Kamu wajib memastikan objek yang sekiranya hendak Kamu foto. Nah, buat para pendatang baru hendaknya membuat objek foto yang gampang, contohnya foto buah seruk ataupun foto buah apel, sehingga hasil dari metode pointilis hendak optimal.

Gambarlah Wujud Objek dengan Sangat Tipis

Sebagai contoh buah jambu tadi:

  1. Buatlah sketsa objek foto bundaran tipis saja, dengan memakai pensil.
  2. Setelah itu buat titik-titik yang mengelilingi bagian pinggir foto jambu bagaikan garis acuan.
  3. Memperbanyak titik-titik pada foto buah jambu, secara terus menerus hingga ribuan titik.
  4. Titik terus menjadi kedalam hendak terus menjadi menurun, serta jarang jarang hendak terus menjadi cerah foto tersebut. Serta kebalikannya terus menjadi titik- titk, hingga hendak terus menjadi hitam ataupun rapat ataupun banyak foto tersebut.

3. Buatlah Titik-Titik Pada Dekat Highlights

  • Pada dekat highlighst, pakai titik yang jaraknya silih berjauhan ataupun tidak bedekatan, satu sama lain.
  • Sebisa munggkin jauhi penempatan titik yang telah dibri titik ataupun yang telah terdapat.
  • Yakinkan titik ataupun poin dicoba secara bertahap, jadi lebih jauh serta terpisah, ataupun lebih dekat pada satu titik saja.
  • Pada tengah bundaran, mulailah buat membuat titik semacam yang diatas tetapi, memakai pensil yang berdimensi menengah.

4. Bila Butuh, Buat Dampak Bayangan

Bila Kamu mau menghasilkan dampak bayangan dengan metode pointilis, Kamu bisa buatnya memakai pensil yang agak besar, sehingga hendak gampang membuat objek bayangan.

Pada wilayah yang sangat tergelap, yakinkan kalau titik- titik yang Kamu buat, lumayan nampak bedekatan satu sama lain. Serta yakinkan tidak terdapat garis pada titik tersebut.

Baca juga: cara membuat mozaik

Contoh Gambar Pointilis

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: